Wimbledon jadi bekal berharga petenis muda Indonesia Ethan Jake Frans

July 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Penampilan petenis muda Indonesia Ethan Jake Frans pada nomor tunggal putra U14 di Wimbledon Boys 2026 membuatnya mendapatkan pengalaman berharga yang akan menunjang perkembangan petenis ini.

Hal itu disampaikan ibu Ethan, mantan petenis nasional Wynne Prakusya, yang mengatakan kesempatan tampil di salah satu turnamen tenis paling bergengsi di dunia merupakan pencapaian penting bagi petenis berusia 14 tahun tersebut.

"Bermain di puncak tertinggi suatu turnamen adalah pengalaman yang sangat berharga. Bisa merasakan atmosfer Wimbledon itu pencapaian yang tidak gampang," kata Wynne kepada ANTARA melalui pesan instan, Senin.

Ethan menerima undangan tampil di Wimbledon melalui pengakuan atas prestasinya sebagai petenis nomor satu Asia U14 dan masuk 10 besar dunia U14 versi Universal Tennis Rating (UTR).

Pada dua pertandingan awal penyisihan Grup A, Ethan harus mengakui keunggulan petenis nomor satu dunia U14 asal Selandia Baru, Novak Palombo, dengan skor 5-7, 1-6, kemudian kalah 2-6, 2-6 dari petenis tuan rumah nomor satu Eropa, Liam Sharkey.

Menurut Wynne, putranya kesulitan mengembangkan permainan akibat ketegangan saat menghadapi dua unggulan tersebut.

Baca juga: Indonesia sapu bersih gelar tunggal Sportama Asian Tennis U-14 Jakarta

"Di dua pertandingan pertama memang tidak maksimal. Dia tegang sekali karena tahu lawannya adalah Novak Palombo dan Liam Sharkey," ujarnya.

Namun, Ethan mampu bangkit pada pertandingan berikutnya dengan mengalahkan Dante Monte dari Brasil 6-2, 6-1 untuk menutup fase grup.

Ia kemudian melanjutkan tren positif di babak konsolasi dengan mengalahkan Yanru Li dari China 7-5, 4-6, 10-7, dan David Bender dari Amerika Serikat 6-2, 7-6(7-5), sehingga mengakhiri turnamen di peringkat kesembilan.

Wynne melihat kepercayaan diri Ethan terus meningkat seiring berjalannya turnamen.

"Di pertandingan ketiga, keempat, dan kelima dia sudah bisa lebih bermain tenis, lebih percaya diri, dan yakin dengan kemampuannya sendiri," ujar mantan petenis yang pernah menduduki peringkat 74 dunia itu.

Meski demikian, menurut Wynne, Ethan masih perlu meningkatkan sejumlah aspek untuk bersaing di level internasional, terutama mental bertanding, kekuatan fisik, power, dan teknik permainan.

Selain menjadi petenis Indonesia pertama yang tampil di Wimbledon U14 melalui jalur undangan, Ethan juga sebelumnya membuat sejarah sebagai petenis Indonesia pertama yang menjuarai IMG International Junior Championship U12 dan Junior Orange Bowl U12.

Baca juga: Zverev geser Alcaraz dari peringkat dua dunia usai runner-up Wimbledon

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.