Ubah sampah jadi tabungan, Ini 3 langkah mudah mulai Menyetor ke Bank Sampah - ANTARA News Jawa Barat

September 2026 · 2 minute read

Bandung (ANTARA) - Kebanyakan masyarakat terbiasa dengan pola “kumpul–angkut–buang”, sehingga sampah yang masih memiliki nilai guna kerap berakhir bersama sampah lainnya. Padahal, sampah tersebut dapat dipilah dan disetorkan ke bank sampah untuk dimanfaatkan kembali sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Berdasarkan jurnal  “Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Melalui Bank Sampah.” Indonesian Journal of Conservation,  , Y. E., Kismartini, & Syafrudin. (2015). Pelaksanaan bank sampah pada prinsipnya adalah salah satu rekayasa sosial untuk mengajak masyarakat memilah sampah. Melalui bank sampah akhirnya ditemukan salah satu solusi inovatif untuk “memaksa” masyarakat untuk memilah sampah.

Kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. 

Masyarakat dapat menyetorkan sampah yang telah dipilah untuk kemudian ditimbang, dicatat, dan dikelola sesuai dengan jenisnya.

Selain membantu mengurangi sampah yang dibuang, pengelolaan melalui bank sampah juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang disetorkan dapat memiliki nilai sesuai dengan jenis dan jumlahnya, sehingga hasil penjualannya dapat dicatat sebagai tabungan.

Berikut tiga langkah yang dapat dilakukan untuk mulai mengelola sampah melalui bank sampah.

1. Memilah sampah dari rumah
Dimulai dengan memisahkan sampah berdasarkan kategorinya, yaitu organik (sisa makanan, sampah kebun, dan limbah kertas polos), anorganik (plastik, kertas, kaca, dan logam), dan limbah berbahaya (B3). 

2. Menyetorkan sampah ke bank sampah
Sampah yang telah dipilah kemudian dibawa ke lokasi bank sampah terdekat. Petugas akan menimbang dan memverifikasi jenis sampah sebelum memasukkan nilainya ke dalam sistem tabungan, baik berupa uang tunai, saldo simpanan, maupun penukaran bahan pokok.

3. Mencatat dan mengelola hasil sampah
Nasabah dapat mencatat dan memantau saldo tabungan secara berkala melalui buku rekening atau aplikasi yang disediakan. Selain bisa ditabung, hasil penukaran sampah ini juga menjadi bukti nyata berkurangnya limbah yang dihasilkan dari rumah.

Melalui kebiasaan memilah dan menyetorkan sampah secara rutin, masyarakat dapat membantu mengurangi tumpukan sampah sekaligus memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi.

Pewarta: Afra Humaira Dista
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.