Pontianak (ANTARA) - Insan maritim Kalbar bersama pemerintah daerah menyalurkan bantuan air bersih dan sembako untuk pengemudi ojek online (ojol) yang tetap beraktivitas di tengah kabut asap dan kondisi air baku yang masih asin di Kota Pontianak.
“Dengan adanya bantuan ini kami sebagai ojol sangat berterima kasih. Apalagi di tengah musim kabut asap,” kata pengemudi ojol Dewi Sartika, di Pontianak, Selasa.
Dewi mengatakan bantuan yang diterimanya berupa air mineral, mie instan, dan minyak goreng. Menurut dia, air bersih menjadi bantuan yang paling dibutuhkan karena kondisi air di lingkungan masyarakat tidak selalu dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Terutama air. Dengan air yang diberikan dua botol ini, insyaallah satu hari cukup,” katanya.
Sementara itu, kondisi air yang asin membuat air tersebut tidak dapat digunakan untuk memasak sehingga warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
“Ini untuk minum saja. Kalau untuk memasak tidak cukup. Tapi kalau untuk air botol masih bisa. Kami berharap kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi tersebut terus dilakukan,"kata dia.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi bantuan dari kegiatan sosial Insan Maritim Kota Pontianak bersama jajaran terkait sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kondisi lingkungan saat ini.
“Hari ini kegiatan sosial dilakukan oleh Insan Maritim Kota Pontianak yang didukung jajaran terkait sebagai bentuk kepedulian atas bencana ini. Pada hari ini kami membagikan sembako dan air bersih tawar kepada ojek, masyarakat, dan warga berpenghasilan rendah,” ujar Edi.
Ia menyebut bantuan yang disalurkan mencapai 10.000 liter air bersih dan 1.000 paket sembako. Bantuan tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan, termasuk pengemudi ojol yang tetap bekerja di tengah kabut asap. Selain bantuan langsung, Edi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan.
"Pemkot Pontianak juga masih menerapkan pembelajaran secara daring sebagai salah satu upaya mengurangi aktivitas masyarakat di luar ruangan," kata dia.
Pewarta: Dedi dan Sucia Lucinda
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.