Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Maybrat bersama Perum Bulog Kantor Cabang Sorong Selatan mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras alokasi Juli, Agustus dan September kepada 7.696 warga yang tersebar di 24 distrik di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Bupati Maybrat Karel Murafer di Sorong, Selasa, mengatakan seluruh pihak yang terlibat harus memastikan bantuan tersebut segera diterima masyarakat yang berhak sesuai dengan data penerima.
"Beras ini tidak boleh diperjualbelikan. Penyalurannya juga tidak boleh terlambat dan tidak boleh mengendap terlalu lama di distrik. Kalau bisa, target hari ini atau satu-dua hari sudah selesai," katanya.
Ia meminta dinas terkait bersama tim di lapangan melakukan pengawasan secara ketat, terutama dalam penyaluran bantuan ke wilayah yang memiliki kendala akses transportasi dan keterbatasan jaringan listrik.
Menurut dia, bantuan pangan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat sehingga harus disalurkan secara tepat sasaran dan tidak boleh tertahan terlalu lama di tingkat distrik.
Karel juga mengajak masyarakat dan wartawan ikut mengawasi proses penyaluran untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan bantuan.
"Masyarakat juga harus ikut mengawasi. Jangan sampai bantuan ini disalahgunakan karena ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat," ujarnya.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Perum Bulog Sorong Selatan R. Susanti Ismail mengatakan penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut penugasan pemerintah melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) kepada Perum Bulog sebagai penyedia komoditas beras.
Ia menjelaskan setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan, yang dikemas dalam tiga karung masing-masing 10 kilogram.
"Dengan jumlah penerima sebanyak 7.696 orang, total bantuan beras yang dialokasikan mencapai 230.880 kilogram atau sekitar 230,88 ton," jelasnya.
Susanti mengatakan data penerima menggunakan sistem by name by address (BNBA) yang bersumber dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Karena itu, ia meminta kepala distrik dan kepala kampung untuk memastikan bantuan diberikan kepada masyarakat sesuai nama yang tercantum dalam data penerima.
"Kami berharap dengan dukungan semua pihak, terutama kepala distrik dan kepala kampung, hak penerima dapat disampaikan sesuai dengan nama yang tertera sehingga program bantuan pangan ini dapat berjalan dengan lancar," katanya.
Susanti juga mengingatkan masyarakat penerima agar tidak memperjualbelikan bantuan beras yang diterima dan memanfaatkannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Maybrat, TNI, Polri, serta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan penyaluran bantuan pangan tersebut.
Ia memastikan pengawasan distribusi akan terus dilakukan agar bantuan pangan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.