ILUSTRASI. Pembiayaan Mobil: Penjualan mobil bekas di Tangerang Selatan (KONTAN/Baihaki)
Reporter: Ferry Saputra | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja pembiayaan investasi di industri multifinance masih mengalami kontraksi per Juli 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan investasi industri multifinance mencapai Rp 169,02 triliun per Juli 2026.
"Nilainya terkontraksi 4,27%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Senin (14/9/2026).
Jika ditelaah, meski kinerja pembiayaan investasi per Juli 2026 tercatat terkontraksi, kondisinya terbilang membaik dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya.
Baca Juga: Industri Pembiayaan Makin Selektif, CORE Soroti Risiko Kredit Macet
OJK mencatat, pembiayaan investasi multifinance sebesar Rp 167,89 triliun per Juni 2026. Nilainya terkontraksi 5,33%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Agusman sempat menjelaskan lesunya pembiayaan investasi salah satunya disebabkan keputusan pelaku usaha yang cenderung lebih selektif dalam melakukan belanja modal di tengah dinamika perekonomian.Mes
ki masih menunjukkan kontraksi, Agusman meyakini segmen pembiayaan investasi masih memiliki ruang pertumbuhan ke depannya. Hal itu didukung prospek investasi nasional dan pertumbuhan sektor produktif.
Terkait kinerja industri, piutang pembiayaan multifinance mencapai Rp 513,05 triliun per Juli 2026, atau tumbuh 2,01% secara tahunan (YoY).
Baca Juga: Industri Pembiayaan Makin Selektif, CORE Soroti Risiko Kredit Macet
Adapun Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan per Juli 2026 sebesar 3,03%. Angkanya terbilang memburuk, jika dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya yang sebesar 3,01%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Tag