Madiun (ANTARA) - Puluhan personel Korem 081/DSJ menjalani tes urine sebagai upaya pencegahan dan deteksi keterlibatan anggota dalam penyalahgunaan narkoba di lingkungan TNI setempat.
"Narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak generasi bangsa, keluarga, serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketahanan nasional. Kami rutin melakukan tes ini secara mendadak," ujar Kasi Intel Korem 081/DSJ Letkol lnf Leo Eustatius di Madiun, Senin.
Kegiatan tes urine dilakukan bersamaan dengan penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi prajurit dan ASN di lingkungan Makorem 081/DSJ setempat.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen TNI dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika yang hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat dan bangsa.
"Sebagai prajurit dan ASN TNI, seluruh personel dituntut untuk senantiasa menjaga kedisiplinan, integritas, dan profesionalisme. Salah satunya dengan tidak terlibat dan menjauhi penyalahgunaan narkotika," katanya menegaskan.
Letkol Leo mengungkapkan, kegiatan P4GN di lingkungan Korem 081/DSJ dilaksanakan secara rutin. Upaya tersebut dinilai penting untuk terus mengingatkan dan membentengi seluruh personel dari bahaya narkotika.
Ia juga mengingatkan kepada seluruh personel Korem 081/DSJ untuk tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
"Jangan pernah mencoba. Sekali mencoba bisa menjadi awal dari masalah besar yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, serta nama baik satuan dan institusi TNI," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, para anggota mendapat penyuluhan dari tim Rumkit Tingkat IV Madiun tentang pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, termasuk berbagai modus yang digunakan dalam peredarannya serta dampak yang ditimbulkan.
Kegiatan tersebut, kata Leo, menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh personel Korem 081/DSJ agar senantiasa menjauhi narkotika dan tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan maupun peredarannya di lingkungan TNI.
Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.