Statistik Buruk Manchester United Membuat Kursi Michael Carrick Semakin Panas

September 2026 · 3 minute read

Liputan6.com, Jakarta - Tekanan terhadap Michael Carrick di kursi kepelatihan Manchester United semakin meningkat. Menjelang pertandingan penting melawan Fulham di Liga Inggris, Minggu (20/9/2026), statistik terbaru menunjukkan salah satu persoalan yang sedang menghantui The Red Devils: minimnya intensitas permainan tanpa bola.

Berdasarkan data Sky Sports, Manchester United berada di peringkat ke-18 Liga Inggris dalam hal jumlah sprint sepanjang musim ini. Mereka juga hanya menempati posisi ke-14 untuk total jarak tempuh dan peringkat ke-19 dalam catatan high-speed runs.

Situasi tersebut menjadi sorotan setelah United mengalami kekalahan mengejutkan dari Brighton & Hove Albion pada ajang Piala Liga Inggris di tengah peka, Rabu. Bermain di kandang sendiri, United sempat unggul 2-0 sebelum akhirnya takluk 2-3.

Hasil itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Carrick. Sebagian pendukung bahkan menilai kekalahan dari Fulham di Craven Cottage pada akhir pekan nanti dapat membuat posisi sang manajer semakin sulit dipertahankan.

Persoalan United Tanpa BolaKeluhan mengenai lemahnya Manchester United ketika kehilangan penguasaan bola sebenarnya bukan hal baru. Statistik terbaru memberikan gambaran yang mendukung kekhawatiran tersebut.

Jumlah lari yang lebih sedikit tidak otomatis berarti sebuah tim malas atau memiliki kondisi fisik yang buruk. Tim yang lebih banyak menguasai bola memang cenderung memiliki kebutuhan berlari yang lebih rendah.

Namun, performa Manchester United ketika tidak menguasai bola tetap menjadi perhatian. Dalam sejumlah pertandingan, mereka terlihat kesulitan memberikan tekanan secara konsisten dan menjaga intensitas permainan saat harus bertahan.

Karena itu, pertandingan melawan Fulham menjadi ujian penting bagi Carrick. Laga tersebut merupakan pertandingan terakhir United sebelum jeda internasional selama tiga pekan, sehingga hasil dan performa yang ditampilkan dapat sangat memengaruhi suasana di sekitar klub.

Tekanan Terhadap Carrick Meningkat

Michael Carrick

Perbesar

Pelatih kepala Manchester United asal Inggris, Michael Carrick, tampak memperhatikan situasi usai pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Old Trafford, Manchester, Inggris barat laut, pada 13 September 2026. (Paul ELLIS/AFP)

Kegagalan meraih hasil positif di Craven Cottage berpotensi membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar. Terlebih, pertandingan tersebut datang setelah kekalahan mengecewakan dari Brighton.

Carrick membutuhkan periode hasil positif setelah jeda internasional untuk meredakan situasi. Sebaliknya, jika masalah yang sama terus berlanjut pada Oktober dan November, hubungan antara sang pelatih dan pendukung Manchester United berpotensi semakin tegang.

Di tengah sorotan tersebut, perhatian juga tertuju kepada INEOS sebagai salah satu pemilik Manchester United. Sejak kedatangan mereka pada Desember 2023, klub telah mengganti Erik ten Hag dan Ruben Amorim. Jika Carrick kembali kehilangan pekerjaannya, United akan memasuki pergantian pelatih ketiga dalam periode tersebut.

Kebijakan INEOS Turut Disorot

Foto: Penampilan Fantastis Chelsea saat Benamkan Middlesbrough, Siap Berlaga di Final Carabao Cup

Perbesar

Michael Carrick. (AP Photo/Kin Cheung)

Pergantian pelatih yang terus terjadi juga dapat memunculkan pertanyaan mengenai arah jangka panjang klub. Jika Carrick dianggap tidak mampu membalikkan keadaan, INEOS tetap harus mempertimbangkan konsekuensi dari keputusan untuk kembali melakukan perubahan di posisi pelatih.

Untuk saat ini, masa depan Carrick masih akan sangat bergantung pada hasil di lapangan. Pertandingan melawan Fulham menjadi kesempatan penting bagi United untuk menunjukkan respons setelah kekalahan dari Brighton sekaligus menjawab kritik mengenai intensitas permainan mereka tanpa bola.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Prediksi Milan vs Lecce: Menunggu Respons Rossoneri