Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung, Jawa Timur memperketat pengawasan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mencegah terulangnya kasus gangguan kesehatan setelah pelaksanaan program MBG di daerah itu.
Anggota Satgas MBG Tulungagung Sri Wahyuni, Senin, mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi dan mendorong percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur SPPG yang belum memilikinya.
"Kami sudah melakukan rapat dan memberikan catatan, kami mendorong percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS)," katanya.
Saat ini terdapat 132 dapur SPPG yang beroperasi melayani distribusi MBG di Tulungagung.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 dapur telah mengantongi SLHS, empat dapur masih dalam proses pengurusan, sedangkan delapan dapur lainnya belum mengajukan SLHS.
Sri mengatakan Satgas MBG juga akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala ke dapur SPPG bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Pengawasan tersebut sesuai arahan Plt Bupati Tulungagung yang meminta kegiatan monitoring melibatkan unsur kewilayahan, termasuk Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Menurut dia, pemeriksaan dapat dilakukan secara mendadak, baik saat proses pengolahan makanan maupun di luar jam produksi, termasuk ketika petugas dapur mencuci peralatan atau mengolah limbah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan dijalankan secara konsisten serta mengidentifikasi potensi masalah yang dapat mempengaruhi keamanan makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Sri mengatakan pengawasan dan evaluasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan program MBG di Tulungagung.
"Tetapi kalau melihat total dapur SPPG yang sudah mengantongi SLHS, di Tulungagung masih lebih baik dari wilayah lain," ujarnya.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.