Reza Arap Berterima Kasih pada Orang yang Jawab Tantangannya di Film Harusnya Horror

July 2026 · 3 minute read

Reza Arap dalam Press Conference Harusnya Horror di kawasan Jakarta, Senin (20/7/20206). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Perbesar

Reza Arap dalam Press Conference Harusnya Horror di kawasan Jakarta, Senin (20/7/20206). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Jadi intinya...

Liputan6.com, Jakarta - Ada kabar gembira yang spesial untuk para penggemar Marapthon, live streaming non stop yang disiarkan di channel Youtube Reza Arap. Kreator konten kolektif yang tampil di tayangan ini, AAAClan kini bermain film layar lebar berjudul Harusnya Horror yang akan tayang di bioskop pada 20 Agustus 2026 mendatang.

Film Harusnya Horror memantik rasa penasaran besar bagi orang-orang, tak hanya lewat judulnya yang unik, tapi ini sekaligus menandakan debut Reza Arap sebagai sutradara. 

Dalam konferensi pers  film Harusnya Horror yang dihelat di Jakarta pada Senin (20/7/2026), Reza Arap mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan film tersebut. Salah satu yang disebut secara khusus, adalah graphic designer.

“Gue mau ngucapin terima kasih banyak buat semua teman-teman, kreator-kreator, atau graphic designer yang udah.. Waktu itu kan gue bilang ‘Ayo masukin Tepe ke poster’ kita bikin challenge masukin Tepe ke poster, mereka antusiasnya sangat-sangat tinggi,” ucapnya.

Apresiasi untuk Kreativitas yang Kurang Ajar

Reza Arap, memegang bunga, dalam Press Conference Harusnya Horror di kawasan Jakarta, Senin (20/7/20206). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Perbesar

Reza Arap, memegang bunga, dalam Press Conference Harusnya Horror di kawasan Jakarta, Senin (20/7/20206). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Reza Arap juga mengakui bahwa dampak para desainer grafis ini sangatlah besar dan kreatif.

“Mereka bikin poster yang di mana isinya ada Tepe sendiri, ada Tepe gantung di kepala saya, ada yang saya dicukur. Iya, itu namanya sebuah kreativitas yang kurang ajar, tapi kita sangat-sangat apresiasi itu. Dan impact-nya sangat-sangat besar juga. Terima kasih banyak juga buat semua yang udah ikutan untuk masuk ke poster challenge," ujarnya antusias.

Harapan Reza Arap, Tempat Spesial untuk Mendiang Lula Lahfah

Reza Arap, memakai kacamata, dalam Press Conference Harusnya Horror di kawasan Jakarta, Senin (20/7/20206). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Perbesar

Reza Arap, memakai kacamata, dalam Press Conference Harusnya Horror di kawasan Jakarta, Senin (20/7/20206). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Beberapa waktu lalu kabar sedih tentang kepergian kekasih Reza Arap, Lula Lahfah, juga mengguncang Indonesia. Mendiang juga bermain peran juga dalam film ini, dan sang sutradara menyampaikan perasaan dan harapannya.

“Oh ya, menurutku sejatinya ada. Ada spot sendiri di mana dia tuh selalu ada di sini, dan gue percaya gitu. Gue pengen ngasih spot sendiri di mana ini karya beliau juga. Dan gue berharap nanti di setiap bioskop juga ada spot tersendiri juga untuk almarhumah gitu sih,” ujarnya.

Sinopsis Harusnya Horror

Suasana Press Conference Harusnya Horror di kawasan Jakarta, Senin (20/7/20206). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Perbesar

Suasana Press Conference Harusnya Horror di kawasan Jakarta, Senin (20/7/20206). (Liputan6.com/Afradhiya N. R)

Mati penasaran gara-gara tak sempat nonton ending anime favorit adalah nasib buruk seorang setan wibu penakut yang tidak menyeramkan bagi manusia. Agar diizinkan menonton episode terakhir itu, ia diberi tugas mustahil oleh akhirat yaitu mengganggu 100 ribu manusia agar takut padanya.

Di sisi lain, ada grup content creator yang sedang kesulitan bertemu dengan sang setan wibu. Benar saja, mereka tidak takut pada sang setan dan malah menjadikannya talent untuk konten mereka.

Setelah grup content creator dan setan wibu itu meraih popularitas, setan wibu terbelenggu antara menonton ending anime atau menyelamatkan teman-teman content creator yang sudah menjadi tempat nyaman untuknya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Heni Sagara Minta Bareskrim Polri Ambil Alih 3 Laporan Kasus 'Mafia Skincare'