QRIS Star didorong jadi klasifikasi produk ekonomi kreatif Indonesia - ANTARA News Gorontalo

September 2026 · 3 minute read

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pengembangan QRIS Star sebagai katalog sekaligus sistem klasifikasi produk dan layanan ekonomi kreatif Indonesia agar lebih mudah dikenali dan dipilih konsumen, termasuk wisatawan mancanegara.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi di Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam mengatakan gagasan tersebut dapat dikembangkan sebagai katalog pariwisata termasuk destinasi kuliner untuk membantu pelaku usaha ekonomi kreatif meningkatkan kualitas sekaligus memperkuat daya saing produknya.

“QRIS Star ini tujuannya buat kami, buat teman-teman UMKM ataupun dari pedagangnya, tentunya harus ada klasifikasinya. Jadi mungkin kalau yang bintangnya satu, itu yang baru pakai QRIS nya secara terus menerus, nanti bintangnya dua itu yang misalnya sudah dirasakan, mungkin masakannya enak,” kata Niel dalam diskusi di acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Sabtu.

Niel mengatakan QRIS Star dapat menjadi klasifikasi dengan sistem peringkat seperti Michelin Star terhadap produk maupun pelaku usaha, sehingga konsumen memiliki gambaran mengenai kualitas produk yang ditawarkan.

Menurut dia, sistem tersebut nantinya dapat dikembangkan dalam beberapa tingkatan. Pelaku usaha yang baru menggunakan QRIS dapat memperoleh klasifikasi awal, kemudian meningkat berdasarkan penilaian kualitas hingga sertifikasi tertentu.

Konsep pemeringkatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk kuliner, tetapi dapat diterapkan pada sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lainnya.

Ia menilai sistem klasifikasi juga dapat membantu wisatawan ketika mencari produk atau destinasi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan adanya informasi mengenai tingkat atau kualitas suatu produk, wisatawan dapat lebih mudah menentukan pilihan.

"Untuk memudahkan para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri, supaya lebih mudah mencari apa yang diinginkan," ujar dia.

Selain mendukung wisatawan, pengembangan QRIS Star juga dinilai berpotensi memperkuat konektivitas produk ekonomi kreatif Indonesia dengan pasar global.

Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat ekspor produk ekonomi kreatif pada 2025 sekitar 27 miliar dolar AS. Namun, angka tersebut menurut narasumber masih didominasi produk dalam bentuk barang yang dikirim melalui jalur laut maupun udara.

Sementara itu, transaksi ekonomi kreatif berbasis digital dinilai belum seluruhnya tercatat dalam angka ekspor tersebut. Ia mencontohkan musik Indonesia yang dikonsumsi melalui layanan streaming, film yang ditonton melalui platform OTT, hingga jasa kreatif yang dikerjakan pelaku industri Indonesia untuk pihak luar negeri.

Karena itu, lanjutnya, QRIS Star diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan produk dan jasa ekonomi kreatif Indonesia dengan konsumen global.

"Harapannya itu nanti QRIS tadi, kalau bisa muncul, bisa digunakan di luar. Kalau beli barang dari Indonesia, atau beli jasa dari Indonesia, atau produksi dari Indonesia, bisa pakai QRIS," katanya.

Menurut dia, pemanfaatan QRIS Star secara luas dapat memperlancar transaksi sekaligus memperkuat posisi produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar internasional.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: QRIS Star didorong jadi klasifikasi produk ekonomi kreatif Indonesia

Pewarta: Fitra Ashari
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.