Jakarta -
Presiden Amerika Serikat Donald Trump belum lama ini menggelar jamuan makan malam kenegaraan untuk menyambut Presiden China Xi Jinping. Dua pemimpin global ini bertemu untuk membicarakan banyak hal, termasuk AI.
Jamuan makan malam ini juga diikuti oleh sejumlah tokoh teknologi penting, seperti CEO Nvidia Jensen Huang dan istrinya Lori Huang, CEO SpaceX Elon Musk, CEO AMD Lisa Su, dan Chairman Apple Tim Cook.
CEO Open Sam Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman, co-founder Google Sergey Brin, CEO Meta Mark Zuckerberg, dan CEO Microsoft Satya Nadella juga masuk dalam daftar tamu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum pertemuan langsung dengan Xi, Trump mengunggah postingan di media sosial soal AI, yang kini ia sebut dengan istilah kecerdasan super atau SI.
"Kecerdasan Super (SI) akan menjadi topik diskusi besar, tapi saya ingin membiarkannya tetap seperti apa adanya. Itu juga posisi China," tulis Trump dalam unggahannya di Truth Social, seperti dikutip detikINET dari CNBC, Sabtu (26/9/2026).
Siaran pers dari China mengenai pertemuan tersebut mengatakan bahwa Xi menegaskan China dan AS mungkin bersaing, tapi harus lebih banyak bekerja sama dalam bidang AI.
"Kedua pihak dapat melanjutkan dialog mereka tentang AI, bertukar pandangan tentang risiko dan manfaatnya, serta bersama-sama mencegah penyalahgunaan dan pelanggaran AI," kata Xi.
"AI harus tetap berada di bawah kendali manusia. Pendekatan yang berpusat pada manusia harus dijunjung tinggi, dan AI harus dikembangkan untuk hal yang positif dan baik, sehingga AI dapat melayani kemajuan umat manusia," sambungnya.
Menurut siaran pers dari China, Trump mengatakan kedua negara harus mempertahankan dialog dan memperkuat kerja sama di bidang AI. Gedung Putih belum merilis siaran persnya sendiri mengenai pertemuan ini.
Referensi tentang kerja sama itu muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent membahas dialog AI antara AS dan China dengan Vice Premier China He Lifeng. Keduanya membahas saluran untuk insiden terkait AI hingga tingkat keamanan nasional.
Saluran ini disamakan dengan 'telepon merah' era Perang Dingin, yang merupakan saluran langsung antara AS dan Rusia yang dirancang untuk mencegah eskalasi krisis nuklir.
Baik pemerintah AS maupun China sudah menolak gagasan pembatasan atau pengereman pengembangan model AI. Gagasan itu telah diserukan oleh Altman dan CEO Anthropic Dario Amodei sejak beberapa pekan sebelum pertemuan Trump dan Xi.
(vmp/hps)
TAGS
LIHAT LAINNYA