Prabowo apresiasi bantuan Thailand pulangkan korban penipuan daring

August 2026 · 2 minute read

Prabowo apresiasi bantuan Thailand pulangkan korban penipuan daring

Senin, 3 Agustus 2026 21:58 WIB

Image Print

Presiden Prabowo Subianto (kanan) bersama Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul (kiri) menggelar keterangan pers saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). Presiden Prabowo Subianto menegaskan pertemuan bilateral dengan PM Thailand Anutin Charnvirakul difokuskan untuk memperkuat kerja sama yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara sekaligus memperkokoh stabilitas kawasan ASEAN. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Pemerintah Thailand yang membantu memfasilitasi pemulangan hampir 1.000 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban online scam atau penipuan daring.

"Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Thailand atas bantuan dan kerja sama erat dalam memfasilitasi pemulangan warga negara Indonesia yang menjadi korban online scam," kata Prabowo dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.

Prabowo mengatakan jumlah WNI yang telah dipulangkan dengan dukungan Pemerintah Thailand mendekati 1.000 orang sehingga menjadi bantuan yang sangat berarti bagi Indonesia.

"Jumlahnya cukup besar, mendekati hampir seribu warga negara Indonesia. Ini bantuan yang sangat berarti," ujar Prabowo.

Menurut Presiden, keberhasilan pemulangan para korban mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dan Thailand, terutama dalam penanganan kejahatan transnasional.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan PM Anutin juga sepakat memperkuat kerja sama politik dan keamanan, khususnya dalam menangani berbagai bentuk kejahatan lintas negara.

Kerja sama itu mencakup penanganan penipuan daring yang menjadi salah satu bentuk kejahatan transnasional yang menjadi perhatian kedua negara.

Prabowo mengatakan Indonesia dan Thailand juga akan memperkuat pertukaran informasi dan intelijen, investigasi bersama, serta koordinasi penegakan hukum untuk membongkar jaringan kejahatan transnasional.

"Kami juga mendukung pengembangan transnational referral mechanism (TRM), sebagai sebuah terobosan untuk mempercepat perlindungan identifikasi dan pemulangan korban kejahatan transnasional secara aman dan bermartabat," ujar Prabowo.

Pewarta : Aditya Ramadhan, Genta Tenri Mawangi
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026