Gianyar buka Taman Nusantara fokus didik toleransi dan karakter - ANTARA News Bali

August 2026 · 2 minute read

Gianyar, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali, membuka pembinaan Taman Nusantara guna mendidik nilai toleransi dan meningkatkan karakter generasi muda untuk mendukung visi besar Indonesia Emas 2045.

"Taman Nusantara menjadi bekal untuk menebarkan nilai toleransi, persatuan, dan semangat kebangsaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat," kata Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Gianyar, I Ketut Pasek Lanang Sadia di sela pembukaan wadah pembinaan itu di Aula SMP Negeri 1 Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin.

Ajang perdana itu diadakan 2-7 Agustus 2026 itu diikuti sebanyak 80 orang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) lintas agama di Gianyar.

Melalui kerja sama Dinas Pendidikan dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), para peserta itu mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari FKUB, Kodim, Polres, akademisi, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan psikolog.  

Materi menyangkut sejarah perkembangan agama di Kabupaten Gianyar, wawasan kebangsaan dan bela negara, bahaya narkoba, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai toleransi.

“Semua agama mengajarkan kebaikan. Perbedaan agama hanyalah jalan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan kehidupan yang damai dan sejahtera. Jika pemahaman ini tertanam kuat sejak dini, maka akan tumbuh generasi yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap agamanya sekaligus menjunjung tinggi toleransi kepada sesama," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Gusti Putu Ngurah Adnyana mengatakan Taman Nusantara merupakan terobosan Pemerintah Kabupaten Gianyar untuk mewujudkan fungsi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan watak dan peradaban bangsa.

"Kami ingin membangun generasi muda yang memahami keberagaman adalah kekuatan bangsa. Pendidikan harus mampu menanamkan nilai toleransi, persatuan, dan saling menghormati sejak dini sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.