PLN dan Pemprov Sumut perkuat kolaborasi dukung pembangunan daerah - ANTARA News Sumatera Utara

September 2026 · 2 minute read

Medan, Sumut (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumut dalam mendukung pemerataan akses listrik untuk pembangunan di daerah tersebut.

"Penguatan koordinasi dengan Pemprov Sumut diperlukan agar dukungan kelistrikan dapat diselaraskan dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah," ujar General Manager PLN UID Sumatera Utara Rizky Mochamad, dalam keterangan yang diterima di Medan, Sumut, Selasa.

Rizky mengatakan sejumlah program yang dibahas meliputi pemerataan akses listrik, pengembangan bus rapid transit (BRT) listrik, pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), serta pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).

"Setiap rencana pembangunan membutuhkan pembahasan dan kajian bersama agar dukungan ketenagalistrikan dapat dipersiapkan secara tepat, terukur, dan sesuai kebutuhan," katanya.

Pihaknya siap mendukung program pembangunan tersebut sesuai kewenangan perusahaan dengan tetap memperhatikan hasil kajian teknis dan koordinasi bersama pemangku kepentingan.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya keandalan pasokan listrik untuk mendukung aktivitas masyarakat, pelayanan publik, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia meminta PLN meningkatkan kesiapsiagaan serta menyiapkan langkah mitigasi terhadap berbagai kondisi yang berpotensi mengganggu keandalan pasokan listrik.

Menurut dia, penguatan kelistrikan di wilayah kepulauan menjadi bagian penting dalam mendorong pemerataan pembangunan dan meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kami berharap PLN terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Penguatan sistem kelistrikan di Kepulauan Nias juga perlu menjadi perhatian bersama agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik," katanya.

Pewarta: M Sahbainy Nasution
Editor : Juraidi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.