Perhutani bangun ilaran guna mitigasi karhutla di lereng Gunung Lawu - ANTARA News Jawa Timur

July 2026 · 2 minute read

Magetan (ANTARA) - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Lawu Dan Sekitarnya (KPH Lawu Ds) melakukan mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu yang rawan terjadi saat puncak musim kemarau dengan membuat ilaran.

Wakil Administratur KPH Lawu Ds Hermawan di Magetan, Rabu mengatakan pembuatan ilaran tersebut dilakukan bekerja sama dengan lembaga terkait, mulai TNI, Polri, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan, dan warga.

"Kegiatan ilaran ini merupakan mitigasi awal untuk mengantisipasi kebakaran hutan. Bersama Polres, Kodim, BPBD, dan komunitas masyarakat, kami membuat ilaran sebagai pemutus api apabila terjadi kebakaran," ujarnya.

Menurutnya ilaran tersebut merupakan bentuk mitigasi dini menyusul prediksi musim kemarau yang lebih panjang berdasarkan informasi dari BMKG. Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko kebakaran hutan, terutama di kawasan Gunung Lawu yang didominasi vegetasi mudah terbakar.

Pengalaman kebakaran hutan hebat di lereng Gunung Lawu pada tahun 2023 yang mencapai ribuan hektare menjadi pelajaran penting. Saat itu, api tidak hanya menghanguskan kawasan hutan, tetapi juga merusak ekosistem, hingga jaringan pipa yang mengalirkan air dari sumber mata air pegunungan ke masyarakat.

Karena itu, seluruh elemen yang terlibat kini bergotong royong mengamankan kawasan mulai dari sumber mata air hingga jalur distribusi air agar kejadian serupa tidak terulang.

Sekitar 125 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut untuk membuat ilaran atau sekat bakar sepanjang 4,5 kilometer. Ilaran tersebut berfungsi sebagai jalur pemutus api guna menghambat penyebaran kebakaran apabila sewaktu-waktu terjadi karhutla di kawasan hutan pegunungan.

Pembuatan ilaran dibagi menjadi tiga kelompok kerja. Masing-masing kelompok mengerjakan jalur sepanjang sekitar 1,3 kilometer, serta salah satu sektor terpanjang yang membentang dari titik penampungan air menuju Pos 2 Cemoro Sewu.

Hermawan menambahkan, selain melakukan mitigasi fisik, Perhutani juga memberikan sosialisasi dengan memasang sejumlah baliho di dekat pos pendakian Cemoro Sewu yang berisikan larangan bagi para pendaki untuk membuat perapian atau api unggun yang dapat memicu kebakaran hutan.

Sebagai langkah lanjutan, Perhutani juga melakukan patroli gabungan secara rutin selama musim kemarau. Patroli melibatkan jajaran Perhutani, Polres Magetan, Kodim 0804 Magetan, BPBD, Masyarakat Peduli Api, relawan Cemoro Sewu, serta masyarakat tepian kawasan hutan.

Melalui patroli berkala dan mitigasi sejak dini, lanjut Hermawan, Perhutani berharap potensi kebakaran hutan di Gunung Lawu dapat dicegah sehingga kelestarian ekosistem, sumber mata air, serta keselamatan masyarakat dan pendaki tetap terjaga.

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.