Penajam Paser Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, melakukan pengembangan ekowisata hutan bakau (mangrove) di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam, yang difokuskan sebagai kawasan konservasi serta wisata edukasi.
"Pengembangan ekowisata hutan bakau jadi laboratorium alam, khususnya pelestarian mangrove," ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara Safwana, Sabtu, ketika ditanya menyangkut pengembangan pariwisata di Penajam.
Ekosistem mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat melalui pengembangan ekowisata.
Keaslian spesies bakau yang ada di ekowisata hutan mangrove itu bisa menjadi pusat edukasi bagi masyarakat sekitar dan pengunjung, sehingga terus dikembangkan menjadi sarana edukasi atau pendidikan yang memberikan manfaat lebih luas.
"Keberadaan satwa endemik lokal seperti bekantan dan beragam jenis burung juga dapat menjadi sarana edukasi," jelasnya.
Melengkapi fasilitas pengembangan ekowisata hutan bakau di Kelurahan Kampung Baru dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan, perencanaan saat ini pembangunan jembatan titian sepanjang sekitar 100-200 meter yang dirancang membentuk huruf “T” di bagian ujung.
Pembangunan jembatan titian, kata dia, sekaligus membuka akses penyeberangan wisatawan menuju Pulau Gusung dari kawasan ekowisata hutan bakau di Kelurahan Kampung Baru.
Kemudian juga direncanakan menyiapkan fasilitas pendukung, mulai dari lahan parkir, kawasan kuliner hingga aspek keamanan pengunjung di ekowisata hutan bakau di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam itu.
Ekowisata hutan bakau memiliki luas area sekitar 60 hektare tersebut diarahkan menjadi sarana edukasi atau pendidikan yang memberikan manfaat lebih luas, serta menjadi ciri khas pariwisata edukasi dan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten, demikian Safwana.
Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.