Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memacu daya saing komoditas hortikultura durian lokal agar mampu menjadi produk yang diakui secara internasional dan bersaing menembus pasar global.
"Dengan potensi lahan yang luas dan kondisi agroklimat yang mendukung, durian menjadi komoditas yang tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan," kata Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim Fahmi Himawan di Samarinda, Kamis.
Upaya peningkatan mutu dan daya saing tersebut direalisasikan melalui sinergi lintas pihak, salah satunya lewat penyelenggaraan Gemilang Durian Petani Maju Syngenta di Lapangan Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kegiatan pemberdayaan yang digagas bersama Asosiasi Petani Durian Agrowisata Kaltim dan PT Syngenta Indonesia tersebut melibatkan partisipasi aktif dari sekitar 200 petani durian.
Dalam agenda tersebut, para petani tidak sekadar dikumpulkan, melainkan diberikan wawasan komprehensif mulai dari praktik budidaya yang tepat, penerapan teknologi pengendalian hama dan penyakit, hingga uji coba lapangan (field trial) secara langsung.
Selain memberikan pendampingan teknologi untuk menjamin kualitas hasil panen, pemerintah daerah juga turun tangan memfasilitasi kebutuhan sarana produksi para pekebun.
"Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan hortikultura ini, DPTPH Kaltim melalui Bidang Produksi Hortikultura turut membagikan 250 bibit durian varietas MK Hortimart kepada peserta," ujar Fahmi.
Distribusi ratusan bibit unggul ini diharapkan pihaknya mampu memperluas kawasan sentra durian berkualitas tinggi yang ke depannya mampu menyuplai kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Standardisasi mutu komoditas bernilai ekonomi ini diyakini pihaknya akan mendatangkan dampak ganda bagi kemajuan pedesaan.
"Selain memperkuat ketahanan ekonomi pekebun, budidaya durian yang dikelola secara profesional ini mampu menarik minat peluang investasi baru sekaligus memperkuat daya pikat sektor agrowisata di Kalimantan Timur," tutur Fahmi.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.