Pemkot Bandung-Pemprov Jabar kolaborasi tata ulang Teras Cihampelas

July 2026 · 2 minute read

Kota Bandung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkolaborasi menata ulang kawasan Teras Cihampelas setelah proses administrasi pengalihan aset memasuki tahap verifikasi oleh instansi terkait.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan dokumen pengalihan aset Teras Cihampelas telah ditandatangani dan saat ini menunggu proses verifikasi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), serta Kementerian Dalam Negeri.

“Konsekuensinya adalah kolaborasi. Ini konsekuensi yang menyenangkan karena pemerintah kota dan pemerintah provinsi bisa bersama-sama melakukan penataan kawasan,” kata Farhan di Bandung, Kamis.

Menurut dia, pengalihan aset tersebut justru membuka peluang kolaborasi yang lebih kuat antara Pemkot Bandung dan Pemprov Jawa Barat dalam melakukan penataan kawasan Teras Cihampelas.

“Secara administrasi sudah selesai. Saya sudah menandatangani suratnya, sekarang tinggal proses administrasi antar badan aset dan verifikasi,”ujarnya.

Farhan mengungkapkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah meminta agar struktur Teras Cihampelas dibongkar terlebih dahulu sebagai langkah awal revitalisasi kawasan tersebut.

“Pak Gubernur tetap meminta kita untuk membongkar Teras Cihampelas. Ya, kita lakukan,” katanya.

Baca juga: Kota Bandung relokasi UMKM imbas Teras Cihampelas dibongkar

Baca juga: Farhan: Pembongkaran Teras Cihampelas dibiaya Pemprov Jabar

Ia menjelaskan konsep penataan kawasan tersebut masih dalam tahap pembahasan. Namun, arah revitalisasi akan mengembalikan fungsi ruang publik dengan menghadirkan suasana yang lebih nyaman bagi pejalan kaki.

“Yang pasti, pertama adalah membongkar Teras Cihampelas untuk mengembalikan kenyamanan berada di bawah pohon,” ucap Farhan.

Selain aspek lingkungan, penataan ulang juga akan memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi para pelaku usaha di sepanjang Jalan Cihampelas agar kawasan tersebut tetap menjadi pusat wisata dan perdagangan.

Farhan menyebut karakter kawasan Cihampelas kemungkinan akan menyesuaikan dengan perkembangan tren masyarakat.

Menurut dia, sektor kuliner dan perhotelan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan meski tren perdagangan jeans tidak lagi seperti sebelumnya.

“Optimalisasi pelaku bisnis di kiri dan kanan jalan juga menjadi perhatian. Mungkin nanti Cihampelas tidak lagi identik dengan penjualan jeans karena tren masyarakat sudah bergeser. Namun sektor kuliner dan perhotelan tetap memiliki potensi besar untuk dikembangkan,” katanya.

Meski demikian, Farhan belum memastikan waktu pelaksanaan pembongkaran Teras Cihampelas karena masih menunggu keputusan dan kesiapan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Pemkot Bandung kaji usulan gubernur soal pembongkaran Teras Cihampelas

Baca juga: Pemkot Bandung tata ulang Teras Cihampelas untuk dongkrak kunjungan

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Budhi Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.