Pemkab Sekadau dorong 13 ribu UMKM naik kelas dan manfaatkan digital - ANTARA News Kalimantan Barat

September 2026 · 3 minute read

Bengkayang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mendorong sekitar 13 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah itu untuk naik kelas dan memanfaatkan teknologi digital agar mampu mengembangkan usaha serta memperluas pemasaran.

Wakil Bupati Sekadau Subandrio mengatakan, dari sekitar 13 ribu pelaku UMKM yang tercatat, baru sekitar 2.000 pelaku usaha yang terdata aktif sehingga diperlukan pendampingan dan pembinaan agar lebih berkembang.

"Sekitar 13 ribu pelaku UMKM ada di Sekadau, tetapi yang terdaftar aktif baru sekitar dua ribu. Ini yang harus terus kita dampingi agar usaha mereka bisa berkembang dan berhasil," ujar Subandrio di Sekadau, Senin.

Menurut dia, pelaku usaha perlu memiliki kemauan untuk mengembangkan skala bisnisnya, dari usaha mikro menjadi usaha kecil, kemudian dapat tumbuh menjadi usaha menengah hingga besar.

Subandrio menilai perkembangan teknologi saat ini menjadi peluang yang harus dimanfaatkan pelaku UMKM, terutama untuk memperkenalkan dan memasarkan produk secara lebih luas.

Ia meminta pelaku UMKM memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Facebook sebagai sarana promosi, sekaligus meningkatkan kreativitas dalam mengemas produk agar memiliki daya saing.

"Gunakan media sosial dengan bijak. Jadikan sebagai sarana pemasaran yang efektif untuk produk-produk yang dihasilkan," katanya.

Selain pemasaran digital, Subandrio mendorong pelaku UMKM mengembangkan potensi produk lokal, khususnya kuliner, dengan melakukan inovasi dan menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar.

Menurut dia, pelaku usaha juga dapat belajar dari produk daerah lain dengan mengambil ide yang sesuai, kemudian mengolahnya menggunakan potensi lokal sehingga menghasilkan produk yang memiliki ciri khas dan nilai jual.

Pemkab Sekadau, kata dia, juga berupaya membuka akses permodalan bagi pelaku UMKM melalui fasilitas pinjaman dengan bunga rendah melalui perbankan yang didukung kebijakan pemerintah.

Namun, ia mengingatkan akses permodalan harus disertai kesiapan administrasi dan pendampingan agar bantuan yang diberikan benar-benar digunakan untuk mengembangkan usaha.

"Jangan sampai bantuan modal yang diberikan justru digunakan tidak sesuai dengan tujuan awal. Kita ingin masyarakat menjadi lebih produktif dan usahanya benar-benar berkembang," ujarnya.

Subandrio mengatakan penguatan UMKM perlu dilakukan secara berkelanjutan karena sektor tersebut menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah sekaligus membuka peluang pendapatan dan lapangan kerja bagi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Sekadau Emanuel mengatakan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci bagi usaha mikro untuk bertahan dan meningkatkan daya saing di tengah perkembangan pola pemasaran.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku UMKM melalui pembinaan dan pelatihan agar mereka tidak hanya mampu memproduksi barang, tetapi juga memahami pemasaran dan pengembangan usaha.

Pewarta: Narwati
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.