Pemkab Bintan terapkan belajar jarak jauh dampak kabut asap
Senin, 14 September 2026 20:51 WIB
Kabut asap menyelimuti perairan di Pulau Bintan, Kepulauan Riau, Senin (14/9/2026). ANTARA/Ogen
Bintan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama tiga hari pada 15 hingga 17 September 2026 akibat kabut asap kiriman dari Pulau Sumatera.
Bupati Bintan Roby Kurniawan mengatakan kebijakan ini diambil sebagai upaya mengurangi aktivitas anak-anak di luar ruangan serta memberikan perlindungan kepada pelajar selama kondisi kabut asap masih terjadi.
"PJJ dilaksanakan dari rumah menggunakan dua konsep belajar, yaitu via zoom meeting serta pemberian tugas sesuai kurikulum pembelajaran," kata Roby usai memimpin rapat koordinasi bersama instansi terkait untuk membahas langkah pencegahan dan penanganan kabut asap, Senin.
Rapat koordinasi tersebut diikuti secara luring maupun daring oleh perangkat daerah, instansi terkait, serta seluruh camat se-Kabupaten Bintan.
Bupati menyebut koordinasi dilakukan guna menyatukan langkah dalam menghadapi kondisi kabut asap sekaligus memastikan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.
Menurut dia kondisi kabut asap perlu disikapi dengan langkah cepat dan terukur, terutama untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.
"Kita harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan masyarakat, karena itu seluruh instansi terkait harus bergerak bersama, melakukan pemantauan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai kondisi di lapangan," ujar Roby.
Bupati juga meminta seluruh instansi terkait untuk memanfaatkan tiga hari ke depan dengan melakukan pemantauan secara intensif dan mengambil langkah penanganan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Pemkab Bintan turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, lalu mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah, serta mengikuti informasi dan arahan resmi pemerintah.
"Koordinasi lintas sektor akan terus dilakukan hingga kondisi kabut asap dapat ditangani dan situasi kembali normal," ucap Roby.
Kabut asap tebal terpantau menyelimuti Pulau Bintan sejak Senin pagi hingga sore hari, bahkan menyebabkan jarak pandang jadi terbatas.
Sejumlah masyarakat mulai dari orang dewasa sampai anak-anak mulai menggunakan masker guna menghindari dampak kabut asap yang bisa memicu infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).
Pewarta : OGN
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.