Jakarta, CNN Indonesia --
Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa tengah menggelar rapat di Komite IV DPD saat Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara untuk menggantikannya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9).
Saat prosesi pelantikan dilakukan sekitar pukul 15.30 WIB, rapat Purbaya dengan Komite IV yang dipimpin Ahmad Nawardi masih berlangsung. Rapat itu juga dihadiri oleh perwakilan Bank Indonesia dan Bappenas.
Dalam rapat tersebut, Purbaya menyampaikan laporan terbaru terkait realisasi APBN, aliran modal asing, hingga gaji PPPK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tengah paparan Purbaya, Nawardi melakukan interupsi. Dia menyampaikan kepada Purbaya agar mengangkat telepon terlebih dahulu dari Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
"Pak menteri saya putus dulu, katanya ada telepon dari Mensesneg. Tolong dilihat dulu," ujar Nawardi.
Purbaya sempat kebingungan saat mendapat interupsi. Namun, dia pun langsung meninggalkan ruang rapat dan rapat dihentikan sementara.
Setelah beberapa menit, rapat dilanjutkan, dan kanal Youtube DPD RI menayangkan paparan oleh Wakil Menteri PPN Febrian Alphyanto Ruddyard.
Sementara itu, Suahasil mengaku ditelepon pihak Istana untuk dilantik sebagai menteri keuangan tadi pagi.
"Mengenai proses, saya disampaikan tadi pagi dan untuk bersiap pelantikan pada sore hari ini," ujar Suahasil usai pelantikan.
Ia turut mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, terutama Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara. Artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut," terangnya.
Menurut Suahasil, APBN harus tetap sehat dan kredibel sekaligus mampu menjalankan program prioritas pemerintah, menumbuhkan ekonomi, dan menjaga stabilitas perekonomian.
[Gambas:Video CNN]
(sfr)