Pelatihan BPDP perkuat kapasitas pekebun Sawit di Kalbar - ANTARA News Kalimantan Barat

July 2026 · 2 minute read

Pontianak (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Mutu Institute memberikan pelatihan budi daya kepada 150 pekebun kelapa sawit swadaya Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

"Pelatihan melalui Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan tersebut berlangsung selama enam hari, mulai 20 hingga 25 Juli 2026," kata Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat Ignatius di Pontianak, Selasa.

Dia mengatakan peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci untuk mendorong produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sektor kelapa sawit di daerah itu.

"Kelapa sawit memiliki kontribusi penting bagi pembangunan ekonomi Kalimantan Barat, termasuk membuka lapangan kerja, menggerakkan perekonomian daerah, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat perkebunan," tuturnya.

Menurut dia, kemajuan industri kelapa sawit perlu diimbangi dengan kemampuan pekebun dalam mengelola kebun secara tertib, produktif, ramah lingkungan, dan menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan.

Direktur PT Forestcitra Sejahtera (Mutu Institute) Wahyu Riyadi mengatakan pelatihan tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan pekebun di lapangan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan langsung untuk memperbaiki pengelolaan kebun.

"Pelatihan ini diharapkan menjadi awal lahirnya pekebun sawit yang semakin profesional, produktif, mandiri, dan mampu menjadi contoh bagi daerah lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan materi yang diberikan mencakup pemilihan bibit unggul, teknik pembibitan, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga penerapan budi daya yang berkelanjutan.

Menurut Wahyu, kebutuhan dunia terhadap kelapa sawit masih terbuka luas karena komoditas tersebut memiliki peran penting dalam berbagai sektor, mulai dari pangan, energi, kosmetik, farmasi, hingga industri turunannya.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi peluang bagi pekebun Indonesia untuk meningkatkan kualitas budi daya sehingga mampu menghasilkan tanaman yang sehat, produktif, dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

"Petani terbaik bukanlah yang paling lama berkebun, tetapi yang terus mau belajar," katanya.

Wahyu menekankan keberhasilan perkebunan kelapa sawit tidak semata-mata ditentukan oleh luas lahan, tetapi juga kualitas pengelolaan kebun yang dilakukan berdasarkan pengetahuan dan penerapan teknik budi daya yang tepat.

Melalui pelatihan tersebut, para pekebun diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh secara bertahap dan konsisten, mulai dari penggunaan bibit unggul, pemupukan terukur, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama secara bijak, hingga pengelolaan kebun secara produktif dan berkelanjutan.
 

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor : Andilala

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.