Pekalongan tingkatkan literasi dan layanan keuangan UMKM

September 2026 · 2 minute read

Pekalongan tingkatkan literasi dan layanan keuangan UMKM

Jumat, 18 September 2026 00:46 WIB

Image Print

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid (Berbaju kemeja putih) pada acara edukasi keuangan bersama OJK Tegal. Rabu (16/9/2026). (ANTARA/HO-Humas Kota Pekalongan)

Kota Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berupaya meningkatkan literasi dan pemanfaatan layanan keuangan digital kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) guna mendukung kemudahan transaksi serta pengembangan usaha.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Kamis, mengatakan bahwa perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan layanan keuangan secara tepat dan bijak salah satunya melalui penggunaan transaksi digital seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

"Teknologi semuanya bisa dipermudah. Saya yakin mayoritas masyarakat khususnya pelaku UMKM mempunyai smartphone dan rekening bank. Ini penting karena kita harus mengikuti perkembangan teknologi termasuk transaksi elektronik maupun digital," katanya.

Menurut dia, pemanfaatan QRIS menjadi penting bagi UMKM khususnya ketika mengikuti pameran maupun melayani konsumen yang melakukan transaksi dalam jumlah besar.

Namun dengan tersedianya QRIS ini, kata dia, maka konsumen tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah banyak sehingga transaksi dapat dilakukan secara lebih praktis.

"Kalau UMKM tidak siap QRIS, itu bisa menjadi kendala. Misalnya ada orang yang tertarik memesan batik dan membutuhkan pembayaran uang muka tetapi tidak membawa uang cash, nah jika kita punya QRIS maka transaksi menjadi lebih mudah," katanya.

Ia mengatakan penggunaan transaksi digital tidak hanya berkembang di kalangan UMKM saja tetapi juga mulai diterapkan oleh para pedagang pasar tradisional.

Kondisi tersebut, kata dia, membuktikan bahwa transformasi digital dalam transaksi keuangan semakin diterima masyarakat.

"Namun demikian, kami mengingatkan agar kemajuan teknologi keuangan dimanfaatkan untuk hal-hal yang produktif dan tetap diiringi pengelolaan keuangan yang baik. Masyarakat juga perlu berhati-hati terhadap aktivitas keuangan ilegal seperti pinjaman online ilegal, judi online, penipuan, maupun investasi ilegal," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.