Menkop minta KDKMP utamakan produk UMKM lokal

September 2026 · 2 minute read

Menkop minta KDKMP utamakan produk UMKM lokal

Jumat, 18 September 2026 00:49 WIB

Image Print

Menteri Koperasi Ferry Juliantono memukul gong dimalainya Borobudur Indonesia Expo 2026 di Alun-Alun Kota Magelang, Kamis malam (17/9/2027). ANTARA/Heru Suyitno

Magelang (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menyampaikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) harus mengutamakan produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal di daerah masing-masing.

Menurut Menkop, di Magelang, Jawa Tengah, Kamis malam, pembangunan KDKMP saat ini telah mencapai sekitar 23.000 koperasi yang tersebar di berbagai desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.

Ia optimistis pembangunan fisik koperasi, termasuk gudang dan berbagai kelengkapannya, dapat diselesaikan sesuai target yang diarahkan Presiden.

"Insya Allah tahun ini kita bisa menyelesaikan pembangunan bangunan fisik, gudang, dan alat kelengkapannya sebanyak 30 ribu, sesuai dengan arahan Bapak Presiden," katanya pada Borobudur Indonesia Expo 2026, di Alun-Alun Kota Magelang.

Dia menjelaskan, program tersebut kini mulai memasuki tahap operasional. Hal itu menyusul ditandatanganinya Peraturan Presiden mengenai Tata Kelola dan Operasional KDKMP.

Selain pembangunan fisik, para manajer koperasi yang telah direkrut juga telah mendapatkan pelatihan dan dipersiapkan untuk ditempatkan di masing-masing KDKMP.

Saat ini, proses verifikasi dan validasi masih terus dilakukan, termasuk persiapan serah terima bangunan fisik, gudang, serta berbagai perlengkapan kepada desa untuk kemudian menjadi aset milik desa.

"Tahap operasional ini menjadi tahap yang penting supaya semuanya berjalan lancar dan KDKMP bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada anggota koperasi maupun masyarakat," katanya lagi.

Salah satu fungsi utama KDKMP, katanya pula, adalah menjadi saluran distribusi berbagai barang subsidi kepada masyarakat.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan salah satu keputusan penting karena untuk pertama kalinya berbagai komoditas subsidi dapat disalurkan secara langsung melalui koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

Barang-barang tersebut, antara lain beras dan minyak goreng dari Bulog, LPG 3 kilogram dari PT Pertamina Patra Niaga, pupuk dari PT Pupuk Indonesia, serta beras SPHP.

Dengan mekanisme tersebut, katanya, masyarakat yang berhak diharapkan dapat memperoleh barang bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus memangkas mata rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang.

Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.