Bukan Cuma Mata Lelah! Kebiasaan Main Game Lama-lama Bisa Picu Carpal Tunnel Syndrome, Apa Itu?

September 2026 · 2 minute read

Jumat, 18 September 2026 - 00:58 WIB

VIVA – Bermain game dalam waktu lama bukan hanya menuntut konsentrasi dan kecepatan berpikir. Bagi atlet esports, aktivitas yang berlangsung selama berjam-jam juga memberikan beban fisik, terutama pada tangan, pergelangan, punggung, dan bagian tubuh yang menopang posisi duduk.

Baca Juga

Gerakan jemari yang dilakukan berulang kali saat mengoperasikan ponsel, keyboard, mouse maupun game stick dapat memicu keluhan pada otot dan persendian. Salah satu kondisi yang cukup sering ditemui pada atlet esports adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Apa itu?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelatih fisik Timnas Esports Indonesia, Yudhi Esa Saputra, menjelaskan CTS terjadi ketika saraf di area pergelangan tangan mengalami tekanan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan sejumlah keluhan seperti kesemutan, nyeri hingga kelemahan pada jemari.

Baca Juga

"Ada (cedera) pasti. Contohnya istilahnya carpal tunnel syndrome. Jadi cedera yang biasa ditemui oleh atlet esports, di samping itu juga rasa nyeri yang ter-distract tadi oleh otot-ototnya yang masih lemah," kata Yudhi saat konferensi pers PB ESI dan Salonpas Usung “We Got Your Back!" Optimalkan Performa Timnas Esports Indonesia, di Jakarta.

Menurut Yudhi, risiko cedera tidak terlepas dari kondisi otot yang belum cukup kuat dalam menopang aktivitas atlet. Karena itu, latihan fisik menjadi bagian penting dalam persiapan atlet esports, bukan sekadar latihan untuk meningkatkan kemampuan bermain.

Baca Juga

Penanganan terhadap keluhan fisik pun tidak hanya diarahkan untuk mengurangi rasa nyeri. Penguatan otot yang menjadi tumpuan aktivitas serta pemulihan tubuh juga diperlukan agar atlet dapat kembali menjalani latihan.

"Makanya kita sebagai pelatih fisik itu memberikan penguatan di bagian-bagian otot yang tertumpu. Nah di samping itu kita juga punya sports massage, jadi kalau ada anak yang cedera bisa langsung ditangani," tambahnya.

Bukan Cuma Pergelangan Tangan, Punggung Juga Perlu Diperhatikan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Risiko kesehatan pada atlet esports tidak berhenti pada tangan dan pergelangan. Kebiasaan duduk dalam durasi panjang juga membuat postur tubuh menjadi bagian yang perlu diperhatikan.

Pelatih fisik Timnas Esports Indonesia, Maleaky Patty, mengatakan atlet perlu memahami fungsi latihan dasar seperti squat, push-up, dan pull-up. Latihan tersebut diberikan dengan penjelasan mengenai manfaatnya agar atlet tidak sekadar melakukan gerakan tanpa memahami tujuan latihan.

Halaman Selanjutnya

"Biasanya, kami akan melakukan pendekatan, contohnya pengenalan how to squat, pull up, push up, atau alat di gym. Awalnya kami kasih tahu knowledge kenapa harus squat, ini untuk apa, kenapa nggak latihan push up. Sampai akhirnya tahu ‘oh ini untuk ini’," ujarnya.