Menko Pangan sebut MBG libatkan 148 ribu pemasok pangan lokal - ANTARA News Ambon, Maluku

July 2026 · 3 minute read

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok pangan lokal dan akan terus diperkuat melalui sinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) guna memperluas penyerapan hasil produksi masyarakat.

"Saat ini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok yang terdiri dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, dan pelaku UMKM," kata Zulhas dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan saat Dialog Masyarakat Sipil untuk Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan di Wonosobo, Jawa Tengah, yang dihadiri organisasi masyarakat sipil, kelompok tani hutan, akademisi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Dialog tersebut membahas pengembangan pangan lokal, perhutanan sosial, serta penguatan ekonomi desa melalui berbagai masukan dari organisasi masyarakat sipil, kelompok tani hutan, akademisi, dan pemerintah daerah.

Menurut Zulhas, Indonesia tidak hanya mengandalkan beras, tetapi juga memiliki keragaman pangan lokal yang perlu terus dikembangkan agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

"Pangan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi desa. Karena itu, pemerintah mendorong agar hasil produksi masyarakat dapat terserap oleh Program MBG dan KDMP sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM," ujarnya.

Ia mengatakan penguatan pangan lokal merupakan bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan sekaligus membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong agar kebutuhan bahan baku Program MBG dipenuhi dari hasil produksi lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa.

Zulhas menjelaskan sinergi antara MBG dan KDMP akan memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka pasar yang berkelanjutan bagi komoditas pangan lokal.

"Ketersediaan air, tanah yang subur, dan ekosistem yang terjaga merupakan modal utama bagi keberlanjutan produksi pangan nasional," ungkap dia.

Lebih lanjut, Menko Pangan juga menekankan bahwa ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan agar produktivitas sektor pangan dapat terus terjaga dalam jangka panjang.

Pemerintah berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan dapat mempercepat terwujudnya sistem pangan nasional yang tangguh, berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Badan Gizi Nasional (BGN) pada April 2026 mencatat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah melalui penyerapan produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Di Jawa Barat, misalnya, keberadaan sekitar 6.200 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diperkirakan menciptakan perputaran dana sekitar Rp6 triliun per bulan di daerah.

Menurut BGN, sekitar 70 persen anggaran setiap SPPG dialokasikan untuk pembelian bahan baku, dengan sekitar 95 persen di antaranya berasal dari produk pertanian, peternakan, dan perikanan lokal.

Skema tersebut diharapkan memperkuat pasar bagi hasil produksi masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat desa.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Pangan sebut MBG libatkan 148 ribu pemasok pangan lokal

Pewarta: Aria Ananda
Uploader : Moh Ponting

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.