Jakarta (ANTARA) - Komisi I DPR RI mulai menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap sejumlah calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026–2029.
Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa ada tujuh orang calon anggota KPI yang mengikuti uji kepatutan itu di DPR RI.
Adapun sebelumnya sebanyak 26 orang calon anggota KPI dinyatakan lolos setelah menjalani seleksi yang dilakukan panitia seleksi.
"Kami mendapat surat dari saudara Menteri Komdigi (Komunikasi dan Digital), intinya diberi 27 nama dan dari 27 nama ini, ada satu orang pada 1 Juli lalu mundur," kata Utut di kompleks parlemen, Jakarta.
Adapun tujuh calon anggota KPI yang mengikuti uji kelayakan pada hari ini adalah Amin Sabana, Evri Rizqi Monarshi, Analisa, Sapardiyono, Ahmad Fariqul Badi, Widhi Kurniawan, dan Suciati Eka Candra Sari.
Mereka merupakan calon yang berasal dari latar belakang beragam, mulai akademisi dengan gelar magister hingga doktor dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda, praktisi berpengalaman, jurnalis senior, hingga petahana anggota KPI.
"Mohon sekali lagi, ini adalah fit proper yang akan sangat memengaruhi hasil siapa yang akan terpilih," kata Utut.
Untuk itu, ia meminta kepada masing-masing calon untuk menyampaikan paparannya kepada anggota Komisi I DPR RI.
Utut ingin berbagai hal yang akan disampaikan itu berbasis fakta dan data. "Nah, jadi baik-baiklah sama anggota dewan. Bukan mohon dibaikin, tetapi presentasikan rencana kerja sebaik-baiknya," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta mengatakan bahwa masing-masing calon dipersilakan menyampaikan visi dan misinya dalam waktu maksimal tujuh menit.
Nantinya, setiap anggota DPR RI yang mewakili fraksi partai politik akan mendalami gagasan masing-masing calon itu.
"Setelah selesai semua fraksi, nanti kami akan persilakan lagi kepada calon komisioner untuk menjawab secara keseluruhan," kata Sukamta.
Sebelumnya, Komisi I DPR RI membuka kanal masukan publik terhadap 27 orang kandidat anggota KPI Pusat untuk periode 2026–2029 guna menjamin transparansi serta akuntabilitas dalam rangkaian uji kepatutan dan kelayakan.
Setelah mundur satu orang, 26 orang calon tersisa yang akan mengikuti uji kelayakan itu, yakni Amin Shabana, Evri Rizqi Monarshi, Analisa, Sapardiyono, Ahmad Farikul Badi, Widhi Kurniawan, Sutjiati Eka Tjandrasari, Tulus Santoso, dan Cecep Suryadi.
Kemudian, Buyung Wijaya Kusuma, Aliyah, Carlos Margondo Pardede, Heard C. C. Runtuwene, Muhammad Hasrul, Hasan Haris, Witharja, serta Henry Sianipar.
Selanjutnya, Fuji Samantha, Elprisdat, Ferdi Setiawan, Tri Andri Supriyadi, Anastasia Kristi Damayanti, Neneng Athiatul Faiziyah, Rizky Wahyuni, Jalu Pradhono Priambodo, Kawiyan, dan Andi Sukmono.
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.