......Ke depan bagaimana pemeliharaan pesawat tempur ini bisa juga kita lakukan secara berdiri sendiri......
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) pesawat Hercules se-Asia di Bandara Kertajati, dicanangkan juga akan menjadi tempat perawatan dan pemeliharaan utama pesawat tempur TNI AU.
Sjafrie menyampaikan hal tersebut saat rapat bersama jajaran PT Dirgantara Indonesia (PT.DI) PT. Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di dalam pesawat Hercules C-130, Rabu.
"Ke depan bagaimana pemeliharaan pesawat tempur ini bisa juga kita lakukan secara berdiri sendiri," kata Sjafrie di dalam rapat seusai mengikuti acara penerimaan pesawat Hercules C-130 H dari PT. GMF kepada pihak Kemhan di Hanggar Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.
Baca juga: Menhan: Indonesia menuju kemandirian di bidang pemeliharaan alutsista
Sjafrie mengatakan, rencana untuk melakukan pemeliharaan pesawat tempur secara mandiri ini sesuai dengan perintah Presiden Prabowo Subianto.
Menurut dia, industri dirgantara dalam negeri sudah memiliki modal yang kuat untuk melakukan hal tersebut.
Salah satu modal yang telah dikantongi yakni keberhasilan perusahaan dalam negeri yakni PT. GMF dalam melakukan pemeliharaan kelas berat pesawat Hercules untuk pertama kali.
Keberhasilan itu, kata dia, menandakan bahwa industri dalam negeri telah mengalami peningkatan kualitas di bidang teknologi dan sumber daya manusia.
Baca juga: Menhan minta PT DI dan GMF terlibat dalam pengembangan MRO Kertajati
Keberhasilan itu pula, Sjafrie menambahkan, yang menjadikan PT. GMF dan PT.DI sebagai pihak yang akan terlibat dalam pengembangan MRO Kertajati.
Kendati demikian, Sjafrie tidak menjelaskan secara rinci kapan MRO di Kertajati mulai beroperasi untuk melakukan pemeliharaan pesawat tempur.
Dia hanya berharap pembangunan MRO bisa segera diselesaikan sehingga dapat dimanfaatkan PT DI dan PT GMF untuk merawat alutsista pesawat tempur ataupun pesawat angkut TNI AU.
"Kita berupaya pengembangan kekuatan pertahanan ini kita tingkatkan dengan menggunakan kemampuan dari awak teknis yang berasal dari putra-putri bangsa Indonesia sendiri," ujar Sjafrie.
Baca juga: Menhan rapat bahas industri dalam negeri di pesawat Hercules
Pewarta: Walda Marison
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.