DPMD Barsel minta desa aktif pantau wilayah cegah karhutla meluas
Rabu, 19 Agustus 2026 18:17 WIB
Kepala DPMD Barito Selatan, Akhmad Akmal Husein saat di wawancarai, di Buntok, Rabu (19/8/2026). ANTARA/Bayu Ilmiawan
Buntok (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Barito Selatan, Kalimantan Tengah, meminta pemerintahan desa di wilayah setempat aktif memantau wilayah guna mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Kita meminta kepada seluruh pemerintah desa di daerah ini meminta seluruh pemerintah desa meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan di wilayahnya masing-masing," kata Kepala DPMD Barito Selatan, Akhmad Akmal Husein di Buntok, Rabu.
Dikatakannya, hal itu mengingat, pemerintah desa memiliki posisi penting dalam upaya pencegahan karhutla karena berada paling dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, potensi kebakaran harus diantisipasi sejak munculnya tanda-tanda awal. Jangan sampai api kecil yang seharusnya bisa segera dipadamkan justru berkembang menjadi kebakaran besar dan menimbulkan kabut asap.
Peran aktif aparat di tingkat desa kata dia, menjadi salah satu benteng pertahanan terdepan dalam meredam risiko bencana sebelum meluas. Selain itu, membangun komunikasi persuasif dengan warga agar kesadaran menjaga lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
Ia juga menilai aparatur desa memiliki keunggulan karena memahami kondisi geografis dan karakter masyarakat di wilayahnya. Dengan pemantauan secara rutin, keberadaan titik api maupun aktivitas warga yang berpotensi memicu kebakaran dapat diketahui lebih cepat.
“Perangkat desa merupakan pihak yang paling memahami kondisi geografis dan karakter masyarakat di wilayahnya. Karena itu, peran aktif aparat desa dalam melakukan pengawasan langsung dan edukasi berkelanjutan sangat krusial agar tidak ada warga yang membuka lahan dengan cara membakar,” katanya.
Baca juga: Kabut asap tebal, Ketua DPRD Barsel imbau fasilitas kesehatan tingkatkan kesiapsiagaan
DPMD juga mendorong kepala desa bersama perangkatnya memperkuat koordinasi dengan masyarakat, relawan dan instansi terkait. Patroli di kawasan yang dianggap rawan perlu dilakukan secara berkala, terutama ketika kondisi cuaca semakin panas dan kering.
Apabila ditemukan adanya titik api, informasi tersebut diharapkan segera dilaporkan kepada pihak terkait sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Akmal menegaskan, pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam menghadapi karhutla. Penanganan yang terlambat tidak hanya membutuhkan tenaga dan biaya besar, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi serta kualitas lingkungan.
“Kita semua tahu bahwa penanganan karhutla selalu menyita energi dan biaya luar biasa besar jika penanggulangannya baru dilakukan saat asap tebal sudah membumbung tinggi. Oleh karena itu, pendekatan preventif dari struktur pemerintahan desa menjadi salah satu pendukung utama dalam menjaga ekologis daerah tetap aman dari ancaman kebakaran sepanjang musim kemarau ini,” demikian Akmal.
Baca juga: Legislator Barito Selatan dorong penguatan kawasan industri guna tingkatkan PAD
Baca juga: Rumah Belajar Rumfa bersama SMSI Barsel gelar lokakarya jurnalisme bagi pegiat literasi
Baca juga: Pemdes di Barito Selatan diminta tetap maksimal beri pelayanan meski DD berkurang
Pewarta : Bayu Ilmiawan
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.