Menbud: Budaya harus jadi sumber ekonomi dan industri kreatif

August 2026 · 3 minute read

Jakarta (ANTARA) -

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan kebudayaan harus dapat menjadi sumber ekonomi dan industri budaya serta kreatif sehingga keberadaannya tidak dipandang sebagai beban.

“Saya kira itu supaya nanti ke depan budaya kita ini jangan menjadi beban. Budaya ini adalah sumber dari ekonomi budaya, sumber dari industri budaya, dan juga kalau terminologi sekarang disebut sebagai CCI, Cultural and Creative Industry,” kata Fadli dalam Malam Anugerah Pemenang Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin.

Fadli mengatakan Cultural and Creative Industry (CCI) telah menjadi terminologi internasional yang menunjukkan adanya potensi ekonomi dari pengembangan kebudayaan.

Baca juga: Peraih Nobel nilai kekayaan budaya modal Indonesia hadapi perubahan

Ia mencontohkan pengelolaan museum di sejumlah negara yang menurutnya mampu menghasilkan pendapatan besar dari kunjungan masyarakat.

“Kalau di luar negeri museum-museum itu menghasilkan pendapatan yang fantastis, yang luar biasa,” ujarnya.

Fadli mencontohkan Museum Versailles di Prancis. Menurut dia, museum tersebut dapat menerima sekitar 30 ribu pengunjung dalam sehari dengan harga tiket sekitar 65 euro.

Baca juga: Kemenbud luncurkan 5 jilid buku sejarah Indonesia

Dengan jumlah pengunjung dan harga tiket tersebut, Fadli memperkirakan pendapatan dari tiket saja dapat mencapai sekitar 1,95 juta euro atau sekitar Rp30 miliar per hari dengan asumsi satu euro setara Rp1 juta.

“Jadi 30.000 kali 65 Euro, anggaplah 65 Euro itu 1 juta rupiah, itu sudah 30 miliar dari tiketnya saja, dari tiketnya saja ya. Satu hari, bukan satu bulan,” kata Fadli.

Menurut Fadli, besarnya potensi tersebut menunjukkan museum dan cagar budaya dapat memberikan manfaat ekonomi apabila dikelola dan dikembangkan dengan baik.

Baca juga: Cara mengakses lima jilid buku Sejarah Indonesia

Indonesia, kata dia, memiliki potensi serupa melalui museum dan cagar budaya yang tersebar di berbagai daerah.

Pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap museum, termasuk dari sisi tata pamer, literasi, narasi, display, dan koleksi agar semakin menarik bagi masyarakat.

“Saya kira Museum Nasional ini sudah mempunyai standar internasional yang semakin baik dan kita terus perbaiki dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Fadli mengatakan pemerintah juga terus memperbaiki sejumlah cagar budaya, termasuk Borobudur dan Prambanan. Pembenahan juga dilakukan terhadap berbagai cagar budaya lain seperti candi, benteng, masjid, gereja, vihara, serta situs peninggalan sejarah dan prasejarah.

Baca juga: Menteri Kebudayaan siapkan pameran karya Nasirun di Galeri Nasional

Dalam pengembangan kebudayaan, Kementerian Kebudayaan juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta, korporasi, dan filantropis.

“Kita juga kreatif, kita mengundang juga pihak swasta, korporasi, filantropis untuk join forces bersama-sama memajukan kebudayaan nasional kita,” kata Fadli.

Fadli berharap pengelolaan museum dan cagar budaya dapat berkembang sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Baca juga: Fadli sebut pertunjukan musik bisa perkuat budaya Indonesia di dunia

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.