Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mengusulkan agar pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali dan warga Desa Adat Serangan mengkolaborasikan Serangan Non-Organic Waste Initiative (SNOWI) dengan Lembaga Perkreditan Desa (LPD).
“Saya usulkan setelah uji coba program ini berjalan lancar dalam satu bulan ke depan, SNOWI dapat menjalin kerja sama dengan LPD Serangan agar dana hasil penukaran sampah dapat langsung ditabung oleh masyarakat di sana,” kata Staf Ahli Wali Kota Denpasar Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anak Agung Ngurah Oka Wiranata di Denpasar, Selasa.
Oka mengatakan kolaborasi dengan LPD setempat merupakan langkah pengembangan yang tepat, sebab di tengah permasalahan sampah Kota Denpasar, inisiatif ini menjadi alternatif yang harus jalan berkelanjutan.
Pemkot Denpasar mengingatkan, seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari juga terus bertambah, bahkan jumlah sampah di kota Denpasar mencapai 1.033 ton per hari.
“Maka dalam kesempatan yang baik ini saya mengapresiasi SNOWI yang merupakan kegiatan yang luar biasa dengan sistemnya yang sederhana, saya yakin dengan komitmen yang kuat dari Jro Bendesa dan Desa Adat Serangan, inisiatif ini akan ditularkan dengan mekanisme yang seperti ini,” ujar Oka.
Bendesa Adat Serangan I Nyoman Gede Pariatha menjelaskan inisiatif sistem pengelolaan sampah non-organik ini mengintegrasikan proses pengumpulan, penimbangan, pencatatan digital, penyimpanan sementara, hingga penyaluran ke mitra daur ulang.
Sistem ini lahir dari serangkaian diskusi antara pengelola KEK Kura Kura Bali, Desa Adat Serangan, para tokoh pengelola sampah, dan komunitas mengenai tantangan pengelolaan sampah non-organik di Pulau Serangan.
Dari diskusi tersebut muncul kebutuhan akan sebuah sistem yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan pengumpulan sampah yang bersifat sesaat.
Saat ini pengelolaan sampah merupakan salah satu bentuk kewajiban dan tanggung jawab bersama.
Hadirnya inisiatif SNOWI menjadi salah satu cara untuk turut memberdayakan warga setempat, termasuk melalui rencana pengembangan mekanisme insentif bagi masyarakat ke depannya.
"Sebelumnya sampah ditukarkan dengan beras setiap bulannya, dan sekarang beda, masyarakat nantinya bisa menabung di LPD dan akan dibuatkan buku tabungan, kita kerja sama dengan putra-putri di Serangan yang memiliki kemampuan untuk terus melakukan yang terbaik," ujar Bendesa Adat Serangan.
Ke depannya, inisiatif SNOWI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara desa adat dengan KEK Kura Kura Bali serta seluruh pemangku kepentingan guna menciptakan ekosistem pesisir yang bersih dan terjaga.
Desa adat dan pengelola kawasan sepakat, ini bukan sekadar program pelestarian lingkungan, SNOWI ditargetkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi sirkular yang memberikan dampak positif sekaligus menumbuhkan kebiasaan pemilahan sampah bagi masyarakat di Pulau Serangan.
Perwakilan Komunitas Nukari I Wayan Patut yang turut ikut dalam pengembangan SNOWI menambahkan bahwa salah satu keunggulannya adalah sistem berbasis web yang dikembangkan agar seluruh transaksi dapat tercatat secara digital, transparan, dan mudah dipantau.
Melalui sistem ini, data keanggotaan, jenis sampah, berat sampah, hingga laporan transaksi dapat terdokumentasi secara real-time dalam satu platform terpadu.
"SNOWI itu kan simpel ya, sederhananya masyarakat secara umum bisa tahu bagaimana menggunakan aplikasi. Nah, yang selanjutnya adalah perbedaan yang menonjol itu data (pengelolaan sampah) mereka terekam (di aplikasi),” ucapnya.
Inisiatif pengelolaan sampah ini dirasa sudah sejalan dengan arahan pemerintah yang menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber.
Kehadiran berbagai unsur menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah di Pulau Serangan.
Salah satu siswa SMP Negeri 11 Denpasar yang mengikuti uji coba sistem ini mengaku senang, sebab selain pelajaran baru, pengelolaan sampah dengan modern ini juga menjadi pengalaman baru baginya.
“Senang ya, kita bisa tabung uangnya untuk tabungan OSIS, belajar memilah sampah
juga, semoga programnya jalan dengan lancar ya, kalau ada event juga kita pakai uang ini," kata Kana, perwakilan siswa.
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.