Banjarbaru perkuat daya saing sasirangan lewat inovasi pewarna alam - ANTARA News Kalimantan Selatan

July 2026 · 2 minute read

Banjarbaru, Kalsel (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, memperkuat daya saing produk unggulan daerah melalui lomba desain produk unggulan sasirangan warna alam se-Kota Banjarbaru 2026, untuk mendorong inovasi perajin sekaligus memperluas peluang pasar sasirangan ramah lingkungan.

Ajang yang digelar di MESS L Kota Banjarbaru, Selasa, itu menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menghadirkan desain sasirangan kontemporer berbasis pewarna alam, yang memadukan pelestarian budaya lokal dengan tren industri fesyen berkelanjutan.

Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Politik Kota Banjarbaru Marhain Rahman di Banjarbaru, Selasa, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat ekosistem industri sasirangan melalui pembinaan, pelatihan hingga penyelenggaraan kompetisi agar perajin mampu meningkatkan kualitas produk dan daya saing. 

"Sasirangan harus tetap mempertahankan nilai tradisi, namun tetap harus mampu mengikuti selera pasar modern. Kegiatan ini jadi ruang bagi para pelaku industri kreatif untuk melahirkan inovasi, meningkatkan daya saing produk lokal, sekaligus memperkuat identitas budaya Banjar," ujarnya.

Menurut Marhain, penyelenggaraan lomba tersebut menunjukkan komitmen nyata pemerintah dalam mendukung sektor riil, terutama pemberdayaan UMKM yang bergerak di bidang industri kain sasirangan sebagai salah satu identitas khas Kalimantan Selatan.

Dia menilai penggunaan pewarna alam menjadi nilai strategis karena tidak hanya menghasilkan produk yang memiliki nilai estetika tinggi, tetapi juga menjawab tuntutan konsumen terhadap produk yang ramah lingkungan.

"Sejalan dengan komitmen berbagai negara, sasirangan berbahan pewarna alam memiliki nilai tambah serta peluang yang semakin besar, untuk bersaing keras di pasar nasional maupun internasional," katanya.

Melalui kompetisi itu, para peserta didorong menghadirkan desain yang inovatif tanpa meninggalkan nilai budaya yang menjadi ciri khas sasirangan, sehingga produk lokal mampu mengikuti perkembangan industri fesyen yang terus berubah.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarbaru juga terus memfasilitasi pengembangan kapasitas para perajin melalui berbagai program pembinaan agar pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan memperluas pangsa pasar.

Selain itu, Marhain menambahkan tren industri global saat ini semakin mengarah pada konsep keberlanjutan sehingga penggunaan bahan alami menjadi peluang yang harus dimanfaatkan oleh perajin sasirangan Banjarbaru untuk meningkatkan nilai jual produk.

"Kami berharap karya-karya yang lahir dari ajang ini menjadi lokomotif pengembangan sasirangan Banjarbaru agar semakin dikenal luas, membanggakan daerah, sekaligus memberikan dampak kesejahteraan nyata bagi masyarakat," ujar Marhain.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.