Mau Kerja ke Jepang? Gibran Ingin Calon Pemagang Dibekali Kultur dan Etos Kerja

August 2026 · 2 minute read

AKURAT.CO Wakil Presiden (Wapres), Gibran Rakabuming, mendorong peningkatan kualitas pembekalan bagi calon tenaga pemagang Indonesia yang akan bekerja di Jepang.

Menurutnya, kesiapan sebelum keberangkatan menjadi salah satu faktor penting agar para pemagang mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Negeri Sakura.

Dorongan tersebut disampaikan Gibran saat menerima Ketua Umum Ikatan Pengusaha Kenshusei Indonesia (IKAPEKSI) Pranyoto Widodo beserta jajaran pengurus di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat lalu.

Dalam pertemuan itu, Gibran dan IKAPEKSI membahas sejumlah upaya untuk meningkatkan kesiapan calon pemagang, salah satunya melalui pembentukan pusat pelatihan atau training center terpadu.

Training center tersebut nantinya diharapkan tidak hanya memberikan keterampilan kerja, tetapi juga membekali peserta dengan pemahaman mengenai budaya, kebiasaan hidup, hingga etos kerja masyarakat Jepang.

Ketua Umum IKAPEKSI Pranyoto Widodo mengatakan, pembekalan semacam itu penting karena calon pemagang akan menghadapi lingkungan yang berbeda setelah tiba di Jepang.

“Dengan adanya training center yang hidup itu, nanti semua anak bangsa yang mau berangkat ke Jepang harus menjalani pendidikan di sana kurang lebih 2 minggu untuk kultur budaya kerja di Jepang dan budaya hidup di Jepang. Karena itu sangat penting sekali,” kata Pranyoto dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Menurut Pranyoto, masa pembekalan tersebut dapat menjadi kesempatan bagi calon pemagang untuk memahami standar kedisiplinan, pola kerja, serta tata kehidupan di Jepang.

Dengan persiapan yang lebih matang, para pemagang diharapkan mampu beradaptasi dan menjalankan pekerjaan secara optimal.

Ia menjelaskan, IKAPEKSI merupakan organisasi nasional yang menaungi para alumni pemagang, peserta pelatihan kerja, serta profesional Indonesia yang pernah mengikuti program kerja di Jepang.

Baca Juga: Coretax Diperbaiki, Hilirisasi Didorong untuk Kejar Penerimaan Pajak