CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 23:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Seorang pria berusia 41 tahun di Iran mencoba mengatasi inkontinensia urine yang dialaminya dengan cara yang tidak biasa dan terbilang membahayakan.
Alih-alih mencari pertolongan medis, ia justru memasukkan lem super (superglue) ke uretra atau saluran kencingnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Live Science, kasus ini dilaporkan dalam Caspian Journal of Internal Medicine. Pria tersebut awalnya mengalami inkontinensia urine selama sekitar satu bulan. Ia kemudian mencoba mengatasinya sendiri dengan memasukkan lem super ke saluran kencingnya.
Pada awalnya, cara tersebut diakuinya membuat keluhannya membaik. Namun, sekitar empat hari setelah mulai mengoleskan lem, kondisi justru memburuk. Produksi urine semakin sedikit dan ia mulai merasakan nyeri saat buang air kecil.
Dua minggu setelah berhenti menggunakan lem, pria tersebut akhirnya mendatangi klinik dengan keluhan kesulitan buang air kecil. Ia mengalami nyeri hebat saat berkemih, aliran urine lemah, serta nyeri di bagian atas tulang kemaluan.
Setelah dokter melakukan pemeriksaan fisik, barulah terungkap penyebabnya. Dokter menemukan benda keras di dalam uretra dan menemukan serpihan lem yang sudah mengeras di lubang keluarnya urine.
Dokter sempat mencoba melakukan sistoskopi, yaitu prosedur menggunakan alat berkamera untuk melihat bagian dalam uretra dan saluran kemih. Namun, sumbatan membuat alat tersebut tidak dapat dimasukkan cukup jauh.
Pilihan Redaksi
- Pria Ini Kesakitan 3 Tahun, Ternyata Ada Batu 1,3 Kg di Kandung Kemih
- Pria Jarang Bergerak Rentan Alami Gangguan Saluran Kemih
- Punya Penis Terkecil Sedunia, Pria AS Ini Buka Donasi untuk Operasi
Tim medis kemudian memutuskan melakukan operasi untuk mengeluarkan gumpalan lem.
Dalam prosedur tersebut, dokter membuat sayatan sekitar 2 sentimeter pada bagian ujung penis. Upaya tersebut pun berhasil. Dokter mengeluarkan gumpalan lem super yang telah mengeras dan berbentuk seperti batang dengan panjang sekitar 10 sentimeter.
Setelah operasi, pasien dapat kembali buang air kecil secara normal. Menariknya, dokter mengaku tidak menemukan penyebab dari inkontinensia urine yang dialami pria tersebut sebelum ia memasukkan lem.
Bahaya memasukkan benda asing ke saluran kencing
Dikutip dari berbagai sumber, memasukkan benda asing ke dalam saluran kencing atau uretra dapat menyebabkan trauma fisik parah, infeksi, dan kerusakan jaringan permanen.
Sebab, jaringan uretra sangat halus, dan memasukkan apa pun ke dalam saluran sensitif ini berisiko merusaknya serta dapat menyebabkan infeksi serius.
Sementara itu, dikutip dari Healthline, inkontinensia urine sendiri terjadi ketika seseorang kehilangan kemampuannya mengontrol kandung kemih sehingga kencing dapat keluar sendiri.
Kondisi ini ditandai dengan kencing yang menetes, tetapi pada kondisi tertentu seseorang juga dapat mengeluarkan seluruh isi kandung kemihnya.
Penyebab kondisinya beragam. Salah satunya adalah faktor pertambahan usia. Semakin tua, otot yang menopang kandung kemih dapat melemah sehingga meningkatkan risiko inkontinensia.
Selain itu, gangguan ini juga dapat berkaitan dengan kondisi lain, seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, pembesaran prostat, hingga masalah kesehatan yang lebih serius.
Karena itu, inkontinensia urine sebaiknya tidak diatasi sendiri dengan asal-asalan. Jika mengalaminya, Anda perlu segera memeriksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
(fef)