Makkah Padukan Warisan Sakral Situs Suci dengan Infrastruktur Modern |Republika Online

September 2026 · 2 minute read

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Kota Makkah sedang mengalami kebangkitan kembali kawasan perkotaan yang memadukan warisan sakral situs-situs suci dengan infrastruktur modern yang canggih, mengubah kota ini menjadi pusat ekonomi dan pembangunan sepanjang tahun yang selaras dengan Visi Saudi 2030.

Pembangunan yang mencakup sektor perumahan, perhotelan, ritel, logistik, dan transportasi sedang menggeser ekonomi Makkah dari yang sebelumnya bersifat musiman menjadi ekonomi yang terdiversifikasi dan didorong oleh investasi, dikutip dari laman Arab News, Sabtu (26/9/2026)

Menurut laporan tahunan 2025 Program Pengalaman Jemaah (Pilgrim Experience Program), ekosistem layanan Makkah telah melaksanakan 87 inisiatif yang melibatkan lebih dari 60 entitas mitra serta mencapai tingkat kepatuhan 100 persen.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Kerajaan Arab Saudi menyambut lebih dari 19,5 juta jamaah internasional pada tahun lalu. 1,5 juta jamaah haji dan 18,03 juta jamaah umrah yang mencerminkan peningkatan sebesar 114 persen dalam jumlah kedatangan jamaah umrah dibandingkan tahun 2022.

Tingkat kepuasan meningkat menjadi 91 persen bagi jamaah haji dan 94 persen bagi jamaah umrah, melampaui target tolok ukur nasional.

Sebelumnya diberitakan, taman-taman nasional di wilayah Makkah merupakan aset lingkungan dan pembangunan yang memadukan keindahan alam serta vegetasi yang kaya, sekaligus menciptakan peluang bagi ekowisata dan investasi berkelanjutan.

Pusat Nasional untuk Pengembangan Tutupan Vegetasi dan Penanggulangan Desertifikasi mengelola taman-taman tersebut, dengan tugas melindungi sumber daya alam, merehabilitasi lokasi, meningkatkan infrastruktur, serta memperkuat kemitraan dengan sektor swasta dan masyarakat setempat.

Wilayah ini memiliki sejumlah taman dengan karakteristik lingkungan yang beragam. Taman Nasional Saiysad di Taif telah menjalani peningkatan fasilitas, inisiatif penghijauan, dan pelepasan satwa liar guna meningkatkan keanekaragaman hayati.

Taman Nasional Jabal Al-Qamar di kegubernuran Khulais membentang lebih dari 18 juta meter persegi serta memiliki formasi batuan dan vegetasi yang beragam.

Taman Wadi Qudaid memiliki stasiun penelitian yang mengkaji tanaman, tanah, dan air, sehingga memadukan rehabilitasi lingkungan dengan penelitian ilmiah.

Jumum Eco-Park dan Hali Wildlife Park di kegubernuran Al-Qunfudhah masing-masing telah mencatat penanaman sekitar 90.000 pohon.

Taman-taman ini menarik investasi di bidang ekowisata dan hiburan, menciptakan peluang ekonomi, serta mendukung tujuan Saudi Green Initiative dan Saudi Vision 2030.