BMKG imbau wisatawan waspadai gelombang tinggi pantai selatan DIY
Minggu, 27 September 2026 17:39 WIB
Pengunjung mengamati gelombang tinggi di Pantai Depok, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (20/8/2026). ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/nz
Yogyakarta (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Yogyakarta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau wisatawan mewaspadai gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di pantai selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam beberapa hari ke depan.
"Wisatawan diimbau tidak berenang atau beraktivitas terlalu dekat dengan bibir pantai serta mematuhi arahan petugas setempat," kata Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu.
Menurut dia, ketinggian gelombang di pantai selatan DIY yang berkisar dua hingga empat meter berdasarkan prakiraan BMKG berpotensi terjadi dari 28-30 September 2026.
Dia menyebut tinggi gelombang laut antara 2,5-4 meter (kategori tinggi) berpotensi terjadi pada 28 September, tinggi gelombang laut berkisar 1,25-2,5 meter (sedang) berpotensi terjadi pada 29 dan 30 September.
"BMKG juga mengimbau masyarakat memperbaharui informasi cuaca berkala. Dan bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini dengan wilayah yang lebih terperinci, dapat mengakses ke kanal resmi BMKG," katanya.
Berdasarkan hasil analisis dinamika atmosfer terkini, Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengidentifikasi suhu muka laut baik di Laut Jawa dan Samudra Hindia selatan Jawa terpantau relatif cukup hangat yakni 26-29 derajat Celcius.
"Sehingga potensi ketersediaan massa uap air di atmosfer di bawah kondisi normalnya," katanya.
Indeks ENSO di NINO 3,4 sebesar 2,53 C dalam kategori El Nino sangat kuat yang mengurangi potensi hujan, sedangkan untuk gelombang atmosfer Rossby ekuatorial berada di wilayah Jawa.
"Terpantau siklon tropis Surigae di Laut Filipina sebelah Timur Filipina dan bibit siklon tropis 92W di wilayah Pesisir Thailand, sehingga pola angin timuran mendominasi di seluruh wilayah Jawa, termasuk DIY," katanya.
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026