REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhamad Mardiono menegaskan partainya terus memperkuat konsolidasi organisasi sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Konsolidasi dilakukan dari tingkat pusat hingga daerah, sekaligus dibarengi regenerasi dengan memberikan ruang lebih besar bagi kader muda.
Ia mengatakan, penguatan struktur menjadi penting agar perolehan suara PPP di tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga pusat dapat berjalan beriringan. Selama beberapa pemilu terakhir, PPP disebutnya mampu memperoleh lebih dari delapan juta suara, dengan perolehan pada Pemilu 2024 hampir mencapai 8,5 juta suara.
"Sesungguhnya kita selalu mendapatkan suara itu selalu di atas delapan juta. Jadi sejak Pemilu tahun 2014 sampai sekarang ini stabil. Perolehan suara selalu di atas delapan juta bahkan 2024 itu hampir mendekati 8,5 juta. Nah, ini akan terus kita rawat," kata Mardiono dalam rangkaian kegiatan PPP di Sleman, Sabtu (26/9/2026) malam.
Dalam kegiatan di Yogyakarta tersebut, PPP menggelar Silaturahmi Nasional P3MUDA, aktivasi dan pengukuhan P3MUDA, serta pengukuhan kepengurusan DPW, DPC, dan PAC PPP se-DIY.
Mardiono menyebut rangkaian kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya membangun soliditas organisasi secara berjenjang. Konsolidasi menuju Pemilu 2029 juga sebelumnya menjadi agenda yang ditekankan PPP dalam konsolidasi di DIY.
Menurutnya, tantangan PPP ke depan adalah memastikan suara yang diperoleh di daerah dapat terakumulasi secara efektif hingga tingkat provinsi dan pusat. Karena itu, konsolidasi organisasi dan soliditas kader menjadi bagian penting dalam persiapan menuju Pemilu 2029.
"Kami akan terus bekerja, solid, bergerak dari Sabang sampai Merauke. Serta meningkatkan perolehan suara sebesar 10-11 juta dan berbanding lurus dengan suara di kabupaten/kota, provinsi, dan pusat," katanya.
Anak Muda Diberi Ruang
Selain membenahi struktur organisasi, Mardiono juga menempatkan regenerasi sebagai bagian dari strategi PPP menghadapi Pemilu 2029. Salah satunya melalui P3MUDA yang diisi kader-kader muda berusia di bawah 35 tahun dari berbagai daerah di Indonesia.
"Hari ini lahirlah P3MUDA. Itu adalah bagian dari implementasi transformasi Partai Persatuan Pembangunan. Kita harus mempersiapkan generasi-generasi yang cerdas, generasi-generasi yang gagah, generasi-generasi yang berani untuk melanjutkan perjuangan karena kita akan menghadapi tantangan-tantangan yang sungguh amat besar," ucapnya.
Mardiono mengatakan keterlibatan anak muda perlu diperluas karena komposisi penduduk Indonesia saat ini didominasi kelompok milenial dan Generasi Z.
"Karena saat ini penduduk Indonesia itu sudah mayoritas kaum milenial dan Generasi Z. Oleh karena itu, anak-anak muda harus diberikan ruang untuk berkiprah," katanya.
Ia menegaskan kader muda tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap organisasi, tetapi diberikan ruang dan tanggung jawab untuk ikut mengambil bagian dalam perjalanan PPP menuju Pemilu 2029.
"Ini menggambarkan sebuah kolaborasi yang sangat baik dan kompak, dari pusat hingga daerah," ujar Mardiono.
Lebih jauh, Mardiono mengajak seluruh jajaran PPP menjaga kekompakan dan bergerak bersama. Ia mengatakan target peningkatan suara menjadi 10-11 juta membutuhkan soliditas kader sekaligus kemampuan partai mengelola suara dari tingkat bawah hingga pusat.
"Kader-kader harus solid, kader-kader harus kompak. Oleh karena itu kami bertekad yang tidak mau solid, yang tidak mau kompak, ya sudah silakan ambillah pilihan sendiri. Tetapi kami tetap akan bergerak seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke," katanya.
Sementara itu, Ketua PPP Muda Iif Miftahul Khairi menyebut terdapat 141 anggota DPRD di seluruh tingkatan yang berusia 35 tahun ke bawah. Sekitar 80 persen dari jumlah tersebut mengikuti aktivasi PPP Muda di Yogyakarta. Keberadaan kader-kader muda tersebut dinilai menjadi bagian dari modal regenerasi PPP menuju Pemilu 2029.
"Insya Allah kami akan rebut kejayaan kembali PPP di pemilu 2029," ujarnya.