Garut (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat melakukan penataan pedagang jalanan di kawasan Jalan Pasar Baru, Garut Kota agar lebih nyaman dan menarik seperti daerah Malioboro, Yogyakarta.
"Ya, inginnya seperti gitu (kawasan pedagang Malioboro) yang kita ciptakan, karena dibentuk sedemikian menggunakan konsultan," kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut, Nurdin Yana di Garut, Kamis.
Ia menuturkan, penataan kawasan perdagangan itu khusus untuk di Jalan Pasar Baru, Kecamatan Garut Kota yang sebelumnya dijadikan tempat penampungan pedagang kaki lima di perkotaan itu.
Saat ini, lanjut dia, Pemkab Garut melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut secara kolaborasi menata kawasan itu agar tampilannya lebih cantik.
"Konteks ornamen-ornamen terkait dengan penataan dan katakanlah mempercantik kotanya," kata Nurdin.
Ia menyampaikan, kawasan itu nanti oleh Dinas Indag akan dibangun tenda-tenda untuk tempat berjualan yang menarik dan tentunya nyaman bagi pengunjung maupun penjual. Sedangkan Dinas PUPR Garut melakukan penataan pada bagian jalan.
Anggaran yang disiapkan oleh Pemkab Garut, kata dia, yang ditangani oleh Dinas Indag maupun Dinas PUPR Garut masing-masing sebesar Rp1 miliar lebih.
"Kalau PUPR untuk jalan, kan jalan pedestrian, jalannya berada di situ. Nah, untuk ornamen-ornamen yang menghiasi atau mempercantik penampilan itu, itu dari Indag," katanya.
Ia menambahkan, penataan pedagang kaki lima tidak hanya di kawasan perkotaan, tetapi juga di sekitar jalanan komplek perkantoran Sekretariat Daerah Pemkab Garut.
Pedagang jalanan di kawasan itu, kata dia, nantinya akan berjualan di dalam sekitar lingkungan kantor Sekretariat Daerah Pemkab Garut sehingga lebih nyaman, tertib, dan aman.
"Tahun ini harus selesai, mudah-mudahan lebih indah sebagaimana konsep yang kita ingini gitu maksudnya," katanya.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.