Kota Palu evaluasi upaya percepatan penurunan tengkes
Rabu, 9 September 2026 21:44 WIB
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mengevaluasi upaya percepatan penurunan stunting guna menekan peningkatan kasus baru di Palu, Rabu (9/8/2026). ANTARA/Nur Amalia Amir
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah mengevaluasi upaya percepatan penurunan stunting guna menekan peningkatan kasus baru di daerah tersebut.
“Ini harus kita cari tahu apakah intervensi kita salah atau di mana yang salah, karena kenaikannya cukup signifikan dari bulan Juli ke bulan Agustus,” kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Lilian Muhidin dalam evaluasi penanganan stunting di Palu, Rabu.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Palu, jumlah balita stunting meningkat dari 988 kasus pada Juli menjadi 1.030 kasus pada Agustus 2026.
Pada Agustus tercatat 164 kasus baru stunting dengan Kecamatan Tatanga, Mantikulore, dan Tawaeli menyumbang 122 kasus atau sekitar 74,4 persen dari total kasus baru.
Ia mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kota Palu untuk memperkuat intervensi secara lebih terarah, khususnya di tiga wilayah yang mencatat kasus baru tertinggi.
Menurut dia, pemerintah perlu melihat secara lebih rinci wilayah dan puskesmas yang mencatat kasus baru terbanyak agar intervensi dapat disesuaikan dengan persoalan di masing-masing wilayah.
“Yang kita harus cari tahu, di puskesmas mana yang paling banyak terjadi kasus baru stunting ini. Kita harus lihat di mana dan cari tahu intervensi apa yang tepat buat mereka,” ujarnya.
Penguatan intervensi, kata dia, perlu dilakukan melalui pendampingan Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta penelusuran lebih mendalam terhadap penyebab munculnya kasus baru di wilayah dengan angka tertinggi.
Intervensi terhadap ibu hamil juga perlu dioptimalkan sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting sejak dini.
Selain itu, kata dia, pemantauan bayi dan balita melalui posyandu perlu diperkuat untuk memastikan pertumbuhan anak dapat diketahui dan ditindaklanjuti sejak awal.
Untuk itu, ia meminta peningkatan kapasitas kader posyandu agar mampu melakukan pemantauan pertumbuhan anak dengan baik serta memberikan pendampingan kepada keluarga yang menjadi sasaran program.
Dia juga meminta seluruh pihak terkait meningkatkan koordinasi dan memastikan perkembangan penanganan stunting di setiap kecamatan dapat dipantau secara berkala.
“Jangan sampai stunting ini melonjak. Ini yang harus kita pikirkan bersama, bagaimana kita menekan ini,” katanya.
Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor:
Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026