Unsoed Purwokerto mendorong pemanfaatan AI untuk perkuat ekonomi kreatif Desa Pandak

September 2026 · 3 minute read

Unsoed Purwokerto mendorong pemanfaatan AI untuk perkuat ekonomi kreatif Desa Pandak

Rabu, 9 September 2026 21:44 WIB

Image Print

Kegiatan "Inisiasi Smart Village di Desa Pandak: Peningkatan Kompetensi SDM Perangkat Desa dan Organisasi Lokal melalui Pelatihan Teknologi Kecerdasan Buatan" yang digelar LPPM Unsoed Purwokerto di Balai Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (9/9)2026) sore. ANTARA/HO-Unsoed

Banyumas (ANTARA) - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau akal imitasi (Artificial Intelligence/AI) untuk memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata di Desa Pandak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Upaya tersebut dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Pendukung Smart Village Batch III 2026 bertajuk "Inisiasi Smart Village di Desa Pandak: Peningkatan Kompetensi SDM Perangkat Desa dan Organisasi Lokal melalui Pelatihan Teknologi Kecerdasan Buatan" di Balai Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Banyumas, Rabu.

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Pusat Kajian Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed Siti Zulaika Wulandari mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari inisiasi Smart Village.

"Desa Pandak diharapkan menjadi salah satu desa yang smart, artinya mempunyai kompetensi atau kemampuan dalam penggunaan teknologi digital," katanya.

Dia mengatakan pelatihan diikuti perangkat desa, organisasi lokal, kelompok wanita tani, karang taruna, pegiat UMKM, serta warga yang tertarik menggunakan teknologi digital.

Dalam hal ini, peserta dikenalkan dan mempraktikkan penggunaan aplikasi AI, seperti ChatGPT dan Gemini, untuk mendukung pekerjaan administratif, mengembangkan usaha, mencari ide, serta membuat desain dan materi komunikasi.

Menurut dia, AI dapat membantu perangkat desa mempercepat pelayanan dan pekerjaan administrasi.

Bagi organisasi lokal, kata dia, teknologi tersebut dapat digunakan untuk menyusun proposal pendanaan atau CSR, merancang kegiatan, dan menemukan gagasan baru.

"Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan AI untuk mengembangkan usahanya, misalnya membuat desain kemasan atau menentukan konsep packaging," katanya.

Dia mengharapkan pemanfaatan AI dapat membantu Desa Pandak mengoptimalkan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata sekaligus mendorong masyarakat lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dia mengatakan tim pengabdian tersebut beranggotakan Weni Novandari, Retno Kurniasi, Danang Nur Cahyo, Dicky Satria Ramadhan, dan Nanda Rahayu Haryadi.

“Kegiatan berlangsung satu hari dengan materi dan praktik langsung. LPPM Unsoed juga memberikan kesempatan kepada masyarakat mengikuti sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema digital marketing dan content creator,” kata Zulaikha.

Sementara itu, Sekretaris Desa Pandak Sunarno menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan AI bagi UMKM, Pokdarwis, BUMDes, pemerintah desa, perangkat desa, dan kader PKK.

Menurut dia, keterampilan tersebut dapat membantu masyarakat mengembangkan kreativitas, khususnya dalam memperkenalkan produk UMKM dan potensi wisata Desa Pandak.

"Selama ini UMKM sudah biasa memproduksi, tetapi secara daring belum optimal. Dengan pelatihan ini setidaknya kami bisa membuat desain dan konten untuk mengenalkan hasil produksi serta potensi desa kepada masyarakat yang lebih luas," katanya.

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.