Polres Natuna gunakan semprot punggung bermesin untuk padamkan karhutla
Rabu, 9 September 2026 21:44 WIB
Kapolsek Bunguran Barat Iptu Raja Oloan Purba saat memadamkan Karhutla pada Sabtu (5/9/2026) menggunakan alat semprot punggung bermesin di Bunguran Batubi. ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Kepolisian Resor (Polres) Natuna, Polda Kepulauan Riau menggunakan peralatan semprot punggung bermesin untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di titik yang sulit dijangkau kendaraan maupun selang pemadam.
Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie dikonfirmasi dari Natuna, Rabu, mengatakan saat ini pihaknya memiliki empat unit pompa punggung bermesin dan berencana menambah jumlah peralatan tersebut untuk mendukung penanganan karhutla.
Selain pemadaman, peralatan tersebut juga digunakan untuk mendinginkan api, agar mati total.
"Saat ini di Polres Natuna baru ada empat unit dan rencananya akan ditambah lagi," katanya.
Ia menjelaskan alat tersebut memiliki kapasitas masing-masing 20 liter sehingga dapat dibawa langsung oleh petugas menuju titik api yang berada cukup jauh dari akses kendaraan pemadam.
Menurut dia, penggunaan efektif, terutama untuk menangani titik api yang masih berukuran kecil sehingga dapat segera dipadamkan sebelum meluas.
Sementara untuk kebakaran dengan titik api yang lebih besar, Polres Natuna mengerahkan sarana pendukung berupa satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar), satu unit kendaraan water cannon, dan satu unit mobil tangki.
"Pompa ini efektif digunakan pada api yang masih kecil saja," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Natuna Zulheppy mengatakan hingga Rabu, Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Natuna masih bersiaga di Kecamatan Bunguran Batubi yang merupakan salah satu wilayah rawan kebakaran.
Ia mengatakan dalam pelaksanaan penanganan karhutla, petugas masih menghadapi kendala berupa keterbatasan peralatan, terutama selang pemadam.
Meski demikian, jumlah personel masih memadai karena Satgas Karhutla juga terlibat unsur TNI, Polri, dan sejumlah instansi terkait lainnya.
BPBD Natuna mencatat luas lahan yang terbakar sepanjang 1 hingga 9 September 2026 diperkirakan mencapai lebih dari 50 hektare.
"Saat ini kita masih keterbatasan selang, kalau untuk petugas kita cukup banyak," ucapnya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Ogen
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.