Kemdiktisaintek luncurkan layanan Satu Beasiswa, cegah duplikasi data

September 2026 · 2 minute read

Kemdiktisaintek luncurkan layanan Satu Beasiswa, cegah duplikasi data

Rabu, 16 September 2026 14:31 WIB

Image Print

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto (kedua kiri) dan Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi (kanan) dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (16/9/2026). ANTARA/Sean Filo Muhamad

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperkenalkan layanan digital Satu Beasiswa Indonesia, untuk merangkum seluruh informasi bantuan pendidikan dari berbagai sumber ke dalam satu wadah yang terintegrasi, guna mencegah duplikasi data

"Ini adalah inisiatif dari pemerintah untuk mengajak seluruh sektor bahu-membahu, bergotong-royong, bersama-sama membantu anak-anak bangsa yang memang membutuhkan beasiswa," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, di sela-sela kegiatan Sarasehan Mitra Beasiswa di Jakarta, Rabu.

Menteri Brian mengungkapkan selama ini kerap kali terjadi kendala akibat ketiadaan informasi yang komprehensif tentang ketersediaan beasiswa, baik di sisi pencari maupun pemberi bantuan.

Kehadiran layanan itu diharapkan mampu memetakan seluruh program pendanaan dengan presisi, sehingga penyalurannya menjadi lebih merata dan tepat sasaran tanpa adanya duplikasi.

Mendiktisaintek mencontohkan, pendataan satu pintu sangat krusial untuk mencegah seorang mahasiswa menerima hingga tiga sumber pendanaan sekaligus, sementara yang lainnya justru tidak mendapatkan apa-apa.

"Karena kadang-kadang mungkin ada perusahaan memberi beasiswa, kampus memberi beasiswa, pemerintah pusat memberi beasiswa, pemda memberi beasiswa, khawatir justru mahasiswanya sama misalnya," ujar dia.

Menteri Brian menegaskan sistem dalam platform itu tidak mengambil alih pengelolaan dana beasiswa milik mitra, melainkan murni berfokus pada penyebarluasan informasi untuk kemudahan akses.

Sementara itu, Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Perguruan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi turut memaparkan perkembangan positif dari persiapan portal informasi tersebut.

Berdasarkan pencatatan data per 15 September 2026, platform tersebut telah siap menayangkan sebanyak 71 program beasiswa yang dapat diakses secara publik.

Portal yang dirancang canggih dengan fitur pencocokan (matching) antara pencari dan pemberi beasiswa tersebut akan terus disempurnakan seiring bertambahnya mitra filantropi yang tergabung dalam ekosistem.

"Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perwakilan pemerintah negara sahabat, kementerian dan lembaga pemerintah daerah, perguruan tinggi, mitra filantropi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga ikhtiar kita ini dapat memperluas akses pendidikan tinggi yang berkeadilan dan membuka lebih banyak jalan bagi putra putri terbaik di Indonesia," ucap Sandro Mihradi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemdiktisaintek luncurkan layanan Satu Beasiswa, cegah duplikasi data

Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor: Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026