Kejuaraan Dunia: Tak Mau Sekadar Partisipan, Febi/Rachel Siap Hadapi Lawan Papan Atas

August 2026 ยท 2 minute read

Rachel mengungkapkan wejangan mendalam dari sang pelatih yang meminta mereka untuk tidak pernah merasa inferior atau minder saat harus bentrok dengan pasangan yang lebih senior dan berpengalaman.

"Kalau dari pelatih sendiri kayak kasih tahu kalau kita enggak boleh mikir kayak gitu. Kita juga harus mikir buat kita mau menang, enggak mau cuma ya jadi partisipan saja gitu," tegas Rachel di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Mengenai target tinggi untuk membawa pulang gelar juara yang dibebankan oleh tim pelatih, Febi dan Rachel sepakat untuk tidak menjadikannya sebagai beban negatif yang mengganggu performa bertanding.

"Enggak diambil bebannya sih, maksudnya enggak diambil negatifnya kayak jadinya harus yang mikir beban atau gimana," tutur Rachel.

Febi menimpali bahwa target tinggi tersebut justru disulap menjadi amunisi dan pelecut semangat untuk membuktikan kualitas mereka di atas lapangan.

https://www.akurat.co/badminton/881897/kejuaraan-dunia-menuju-india-rachel-febi-perbaiki-komunikasi-di-lapangan

"Jadiin pacuan saja sih buat kita. Dari kita, iya, mau juara juga," sebut Febi.

Ketika harus mematok standar saat jumpa pasangan berstatus pemain top dunia, Febi menyebut kunci utamanya adalah keseimbangan antara kerja keras dan sikap lepas tanpa beban.

"Ya sebenarnya berusaha juga, nothing to lose juga, ya main maksimal saja sih," tambah Febi.

Modal kepercayaan diri Febi/Rachel kian melambung usai berhasil menorehkan kejutan manis dengan menumbangkan duet ganda putri tangguh asal Tiongkok, Jia Yi Fan/Zhang Shuxian, pada ajang China Terbuka lalu.

Febi mengaku sangat bersyukur dan puas bisa membalas kekalahan sebelumnya setelah menerapkan strategi yang dimatangkan bersama pelatih.

"Ya cukup puas sih, akhirnya bisa maksudnya bisa membalas kekalahan di Jepang kemarin," ujar Febi.

Sementara Rachel membeberkan bahwa kemenangan berharga atas pemain papan atas dunia seperti Jia Yi Fan kian mematangkan taktik bertanding mereka.

"Kemenangan di China tuh bener-bener memang plan-nya tuh sebenarnya udah dari minggu sebelumnya gitu. Cukup puas sih cuma mungkin harusnya dari awal gitu. Jadi sebenarnya plan-nya sudah matang," kata Rachel.

Usai mengandaskan wakil Tiongkok, kini Febi/Rachel mengaku sangat penasaran untuk kembali menjajal kekuatan pasangan papan atas asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto.

Rachel menilai kekalahan dari Yuki/Mayu pada pertemuan sebelumnya memberikan banyak catatan evaluasi penting yang ingin segera dibuktikan perbaikannya.

"Iya, karena sebelumnya juga kalah dan menurut saya banyak yang dievaluasi dari kekalahan sama Yuki/Mayu itu. Jadi kayak nanti kalau mulus bisa ketemu mereka pengen banyak yang di-improve lagi sih," kata Rachel.

Meski Kejuaraan Dunia merupakan panggung akbar perdana bagi mereka, Febi dan Rachel optimistis rasa cemas tidak akan membendung motivasi besar mereka untuk berprestasi.

"Mungkin pastinya karena baru pertama kali juga, cuma enggak yang gimana ya, kita jadi takut-takut, atau kepikiran gimana juga enggak, kita lebih ke motivasi saja sih," tutup Rachel.