Jasad bayi laki-laki ditemukan dengan luka diduga digigit anjing di Sumedang - ANTARA News Megapolitan

August 2026 · 2 minute read

Sumedang (ANTARA) - Polsek Conggeang, Kepolisian Resor Sumedang, Jawa Barat menyelidiki temuan jasad bayi laki-laki di Desa Ungkal, Kecamatan Conggeang, yang diduga mengalami luka akibat gigitan anjing.

Kapolsek Conggeang AKP Suratman di Sumedang, Minggu, mengatakan bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tanpa lengan dan kaki kiri, sedangkan bagian wajah serta pergelangan kaki kanan mengalami luka yang diduga akibat gigitan anjing.

“Masih dalam penyelidikan, dugaan belum tahu pasti karena masih penyelidikan. Kondisi jasad sendiri mukanya sudah rusak, kaki sama tangan kiri itu bekas gigitan anjing,” katanya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa jasad bayi sendiri ditemukan pada Sabtu (29/8) sekitar pukul 19.30 WIB di halaman rumah kosong di Dusun Sukaluyu setelah diseret oleh seekor anjing.

Saksi sekaligus pemilik anjing, Rohimat Nur Fadilah, mengatakan awalnya dirinya mengira benda yang dibawa anjing peliharaannya merupakan bangkai anak kambing.

“Dibawa sama anjing, saya lihat kirain anak kambing. Ternyata bayi. Saya lihat enggak ada tangannya,” kata Rohimat.

Ia menyebut bahwa setelah memastikan benda tersebut merupakan bayi, Rohimat menghubungi saudara dan warga sekitar serta melaporkan temuan itu kepada kepolisian.

Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, dan menelusuri kawasan di belakang permukiman warga yang merupakan area hutan yang diduga menjadi arah anjing menyeret bayi tersebut.

Polisi juga menyebut pihaknya kini masih mendalami kemungkinan bayi tersebut sengaja dibuang serta meminta masyarakat yang menemukan bagian tubuh bayi di sekitar lokasi agar segera melaporkannya kepada kepolisian.

Jasad bayi sendiri sudah dievakuasi menggunakan ambulans ke RSUD Umar Wirahadikusumah Sumedang untuk pemeriksaan dan kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pewarta: Ilham Nugraha
Uploader : Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.