REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG – Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu kunci penting dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh.
Upaya tersebut didorong Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) bekerja sama dengan PC ISNU Jombang melalui kegiatan ISNUpreneur bertajuk Talkshow UMKM: 'Ekonomi Kerakyatan 2.0' di Aula Bung Tomo, Jombang, Ahad (30/8/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan berbagai unsur, mulai dari pelaku dan pendamping UMKM, pemerintah daerah, akademisi, hingga lembaga pembiayaan. Forum ini menjadi ruang untuk membahas arah kebijakan nasional UMKM, strategi penguatan UMKM di Kabupaten Jombang, serta skema pembiayaan dan digitalisasi.
Rangkaian acara diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.00 WIB. Acara kemudian dibuka oleh pembawa acara H Khoirul Umam, dilanjutkan pembacaan ayat suci Alquran oleh Hj Millah Kameliya.
Suasana pembukaan semakin khidmat dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia dan Ketua Umum PP ISNU.
Perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang kemudian memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Memasuki agenda utama, peserta mendapatkan keynote speech bertema 'Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan 2.0' yang disampaikan Hj Farida Farichah.
Pembahasan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat pengembangan ekonomi kerakyatan tidak hanya dari sisi usaha individual, tetapi juga melalui penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat desa.
"Melalui pendekatan ekosistem ekonomi terintegrasi dari hulu ke hilir, KDKMP diproyeksikan sebagai wadah usaha bersama bagi UMKM desa. Sbuah sistem yang memerlukan sinergi intelektual ISNU untuk memperkuat literasi keuangan, inovasi kemasan, serta pemasaran digital pelaku usaha lokal," ungkapnya.
Setelah sesi keynote, Wamen Farida langsung melanjutkan dengan melihat langsung ruang pameran atau Expo produk-produk UMKM yang menjadi binaan ISNU.
Dia tampak antusias dan sesekali berbicara dengan para pemilik UMKM yang dagangannya dipamerkan.
"Saya yakin, dari sekarang yang UMKM ini, ke depan nanti bisa menjadi salah satu produk besar, menjadi unggulan. Karena itu harus selalu optimis, dengan didampingi kami yakin dari levelnya UMKM nanti bisa menjadi lebih besar skalanya," katanya menuturkan.
Sekretaris Umum PP ISNU Wardi Taufik menyambut positif dan mengapresiasi kehadiran Wamen Farida.
"Apresiasi setinggi-tingginya atas keynote speech yang mencerahkan dan membuat motivasi pelaku UMKM khususnya di Jombang menjadi semakin tinggi, " Ucap Wardi.
Agenda berikutnya menjadi salah satu momentum penting, yakni penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PP ISNU dan Pemerintah Kabupaten Jombang.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan potensi daerah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM.
Usai penandatanganan MoU, kegiatan berlanjut dengan talkshow yang berlangsung hingga siang hari. Terdapat tiga tema utama yang dibahas.
Tema pertama mengangkat 'Arah Kebijakan Nasional UMKM dan Digitalisasi dalam Bingkai Asta Cita'. Sesi ini menghadirkan Prof Mas’ud sebagai narasumber.
Selanjutnya, tema kedua membahas 'Potret dan Strategi Penguatan UMKM Kabupaten Jombang' dengan menghadirkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jombang.
Sementara tema ketiga mengangkat 'Skema Pembiayaan, Digitalisasi, dan Pendampingan UMKM” dengan narasumber dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Seluruh sesi talkshow dimoderatori oleh Dr Henny Dwijayani.
Tiga tema tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan UMKM membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Selain kebijakan dan penguatan kapasitas usaha, pelaku UMKM juga membutuhkan akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, serta pendampingan yang berkelanjutan.
Dengan demikian, UMKM tidak hanya didorong untuk bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan skala usaha dan beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang semakin cepat.
Rangkaian ISNUpreneur kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada penerima yang sebelumnya menjadi binaan dari PC ISNU Jombang.
Agenda tersebut menjadi penanda penting bagi penguatan daya saing produk UMKM, terutama dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Melalui ISNUpreneur, PP ISNU menempatkan penguatan UMKM sebagai bagian dari agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat menciptakan ekosistem UMKM yang semakin kuat dan berkelanjutan.