Pemkab Kotim berupaya maksimal tangani karhutla hingga ke desa
Minggu, 30 Agustus 2026 19:05 WIB
Pemadaman kebakaran lahan di salah satu lokasi di Sampit, belum lama ini. ANTARA/Devita Maulina
Sampit (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau desa-desa.
“Untuk kejadian karhutla di luar kota, memang banyak laporan yang saya terima. Selagi itu masih bisa dijangkau, saya sendiri juga ikut turun. Seperti waktu itu di Desa Soren-Simpur, Kecamatan Kota Besi, saya langsung turun ke lokasi,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati di Sampit, Minggu.
Irawati menegaskan, pemerintah daerah tetap merespons laporan karhutla di luar Kota Sampit dan mengerahkan sumber daya yang tersedia. Namun, ia mengakui tidak semua kejadian bisa didatangi langsung oleh Satuan Tugas (Satgas) Karhutla dan Kekeringan kabupaten.
Hal tersebut dikarenakan jarak yang cukup jauh, kesulitan akses hingga keterbatasan armada dan personel yang menjadi kendala. Akan tetapi, bukan berarti pemerintah daerah tidak mengambil tindakan sama sekali.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah daerah mengoptimalkan peran pemerintah kecamatan melalui keterlibatan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah dibentuk di sejumlah wilayah.
“Contoh seperti di daerah Cempaga Hulu, Bukit Santuai dan Telaga Antang, memang saya tidak bisa turun karena kekurangan armada dan personel kita. Tetapi kita tetap memerintahkan kepada para camat, karena disana kan ada MPA yang sudah dibentuk oleh kecamatan,” ujarnya.
Irawati menerangkan, para camat telah diperintahkan untuk segera menggerakkan MPA ketika menerima laporan kebakaran, sehingga penanganan awal dapat dilakukan sebelum api meluas dan semakin sulit dikendalikan.
Selain mengandalkan masyarakat, Pemkab Kotim juga memperkuat kolaborasi dengan perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah terdampak.
Dunia usaha dinilai memiliki peran penting, terutama dalam membantu pemadaman di lokasi yang belum dapat dijangkau Satgas Karhutla kabupaten.
“Kita tetap memerintahkan kepada para camat agar Masyarakat Peduli Api segera turun, dan juga dibantu oleh pihak perusahaan yang ada di sekitar kecamatan tersebut,” lanjutnya.
Baca juga: Bukan dipicu karhutla, pegawai Pulau Hanaut wafat karena serangan jantung
Irawati menyebut, pihaknya telah menyurati perusahaan agar meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya. Arahan tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan yang dipimpin Bupati Kotim Halikinnor.
Perusahaan diminta tidak hanya tanggap terhadap karhutla, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi kekeringan yang terjadi bersamaan dengan kondisi cuaca kering. Pemerintah daerah juga secara langsung berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan untuk memastikan kesiapan dukungan.
“Saya juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa perusahaan dan mereka siap turun, siap membantu,” imbuh Irawati.
Dukungan tersebut, lanjutnya, telah diwujudkan di lapangan. Sejumlah perusahaan ikut melakukan pemadaman di desa-desa yang belum terjangkau tim Satgas Karhutla Kabupaten Kotim, sehingga respons terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.
Keterlibatan berbagai pihak itu dinilai penting karena luas wilayah Kotim membuat pengerahan personel dan armada dari pusat kabupaten membutuhkan waktu, terutama untuk lokasi yang berada jauh dari Sampit dan memiliki akses terbatas.
“Memang perusahaan itu benar-benar turun melaksanakan pemadaman di tempat desa-desa yang tidak terjangkau oleh tim Satgas Karhutla Kabupaten Kotawaringin Timur,” ucapnya.
Irawati pun menyampaikan apresiasi kepada dunia usaha dan pihak perusahaan yang telah membantu pemerintah menangani karhutla.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan pemerintah menghadapi kebakaran di tengah keterbatasan sumber daya.
Ia berharap pola kolaborasi antara pemerintah, masyarakat melalui MPA dan perusahaan dapat terus diperkuat, sehingga setiap laporan karhutla di tingkat desa maupun kecamatan dapat segera ditindaklanjuti dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Kami kekurangan tenaga dan armada, tentunya dukungan itu sangat membantu sekali bagaimana kita memadamkan api di desa-desa atau kecamatan yang tidak terjangkau Satgas Karhutla,” demikian Irawati.
Baca juga: Serius menangani karhutla, PT Globalindo Alam Perkasa perkuat kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat Kotim
Baca juga: Kapolda Kalteng minta permukiman siapkan langkah cepat hadapi karhutla
Baca juga: Gubernur siapkan hadiah Rp5 juta untuk pelapor pembakar lahan di Kotim
Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.