Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:09 WIB
Tel Aviv, VIVA – Israel menahan jenazah sekitar 1.700 warga Palestina untuk digunakan sebagai alat kompromi pertukaran tawanan ke depannya, meskipun tak ada tawanan Israel yang ditahan Hamas, menurut laporan Haaretz pada Senin 10 Agustus 2026.
Baca Juga
Angka tersebut diungkapkan dalam diskusi terbaru di kalangan aparat keamanan Israel, kata surat kabar tersebut dengan mengutip dua sumber anonim.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Badan Keamanan dan Intelijen Dalam Negeri Israel (Shin Bet), David Zini, mendukung agar jenazah-jenazah itu tetap ditahan sebagai antisipasi jika ada warga Israel ditawan atau hilang. Sikap itu juga didukung oleh militer Israel, tambah laporan tersebut.
Baca Juga
Surat kabar itu menambahkan sebagian besar jenazah tersebut adalah warga Palestina dari Jalur Gaza yang terlibat dalam serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 lalu maupun di sejumlah pertempuran setelahnya.
Namun, beberapa jenazah lain itu merupakan warga Palestina yang tidak terlibat dalam pertempuran tersebut.
Baca Juga
Sementara itu, sejumlah narasumber bidang hukum yang dikutip dalam surat kabar itu mempertanyakan kewenangan Israel untuk menahan jenazah-jenazah tersebut.
Mereka menyatakan Israel tidak memiliki kewenangan untuk menahan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat pertempuran, kecuali jika otoritas pihak keamanan Israel terlebih dahulu menetapkan kebijakan mengenai hal tersebut.
Pada Oktober 2025, Kampanye Nasional Palestina untuk Pemulangan Jenazah Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang menyatakan Israel menahan sekitar 1.500 jenazah warga Palestina dari Gaza di fasilitas militer Sde Teiman, sebelah selatan Israel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Militer Israel terus menyerang warga Palestina di beberapa wilayah Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas telah berlaku sejak 10 Oktober 2025. Akibatnya, serangan itu menewaskan sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 lainnya, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Sejak Oktober 2023, Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 orang dalam perang genosida. Perang tersebut juga telah menyebabkan kehancuran besar-besaran dan berdampak pada 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut. (Ant)
Israel Gempur Lebanon Lewat Serangan Udara, Permukiman Mansouri jadi Sasaran Rudal
Tentara Israel menggempur desa-desa di Lebanon selatan dengan artileri dan serangan udara, Minggu, 9 Agustus 2026, sementara drone menjatuhkan munisi pembakar.
VIVA.co.id
10 Agustus 2026