Eks Tukang Piscok Pocin Cari Target Mutilasi Lewat Aplikasi Hornet, Korban Dipilih karena Foto Naik Honda PCX

August 2026 · 2 minute read

Rabu, 12 Agustus 2026 - 00:10 WIB

Depok, VIVA – Polisi mengungkap sisi lain di balik pembunuhan disertai mutilasi terhadap Kunaefi (51) di Cipayung, Depok. Tersangka Saepul alias Saepullah (26) diduga lebih dulu mencari calon korban melalui aplikasi Hornet sebelum peristiwa berdarah terjadi.

Baca Juga

Saepul disebut melakukan patroli siber untuk mencari orang yang bisa dijadikan target. Dari aktivitas tersebut, perhatian Saepul kemudian tertuju kepada Kunaefi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pelaku ini adalah orang yang pertama kali memulai mencari korban, yaitu menggunakan aplikasi Hornet," tutur Kepala Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Dimitri Mahendara, dikutip Rabu, 12 Agustus 2026.

Baca Juga

Profil Kunaefi disebut menarik perhatian Saepul karena korban terlihat berfoto bersama sepeda motor Honda PCX. Dari sana, komunikasi antara keduanya terjalin hingga korban akhirnya datang ke kontrakan Saepul.

"Awalnya itu untuk berniat mencari atau mencuri, dengan cara melakukan patroli siber melalui aplikasi yang tadi saya sebutkan. Kemudian dapatlah korban sebagai korban, sebagai target, kemudian melakukan komunikasi di situ," kata dia.

Baca Juga

Namun, pertemuan tersebut justru berubah menjadi petaka. Polisi menyebut Saepul telah menyiapkan pisau dapur sebelum korban datang.

Begitu Kunaefi berada di kontrakan, muncul niat Saepul untuk melakukan pembunuhan. Korban kemudian ditusuk menggunakan pisau tersebut.

"Kemudian dilakukan sudah disiapkan pisau dapur sebelumnya dibawa, dan dilakukan penusukan terhadap korban," kata dia.

Setelah Kunaefi tidak berdaya, eks tukang goreng pisang cokelat (piscok) di kawasan Stasiun Pondok Cina (Pocin) itu kemudian melakukan mutilasi. Potongan tubuh korban selanjutnya dibuang di sejumlah lokasi.

"Pelaku secara spontan dengan melakukan pemotongan bagian-bagian tubuh dari badan korban dan dibuang," kata dia lagi.

Sebelumnya, polisi mengungkap Saepul diduga membunuh pria bernama Kunaefi (51) sebelum memutilasi jasad korban untuk menghilangkan jejak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, pelaku dan korban diketahui berkenalan melalui media sosial, kemudian sepakat bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026.

Pertemuan itu diduga berujung cekcok. Pelaku kemudian menusuk perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau sebelum memutilasi tubuh korban pada bagian pangkal paha.

Halaman Selanjutnya

Setelah itu, jasad korban dibungkus menggunakan plastik hitam dan karung lalu dibuang di kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok. Sementara potongan kedua kaki korban dibuang ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas.