Kami tidak menyarankan petani untuk menanam tanaman padi dan diganti dengan tanaman yang lebih jauh tepat dan bagus tumbuhnya di daerah kering
Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengimbau petani tidak melakukan penanaman padi guna mencegah gagal panen total atau puso sebagai dampak musim kemarau yang lebih kering dan panjang di daerah itu.
"Kami sarankan petani untuk menanam tanaman pangan yang tidak membutuhkan air yang banyak selama musim kemarau ini," kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel Slamet Supriyadi di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menyatakan BMKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan menyosialisasikan musim kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang kepada petani, guna mengantisipasi gagal panen karena lahan pertanian mengalami kekeringan.
Baca juga: Waspada, BMKG prediksi El Nino bertahan hingga kuartal I 2027
"Kami tidak menyarankan petani untuk menanam tanaman padi dan diganti dengan tanaman yang lebih jauh tepat dan bagus tumbuhnya di daerah kering," ujarnya.
Menurut dia, apabila petani memaksakan menanam padi selama musim kemarau ini, maka dikuatirkan petani akan mengalami gagal panen dan menimbulkan kerugian yang besar.
Baca juga: Kepala Bappenas sebut gradasi El Nino miliki pengaruh luar biasa besar
"Banyak tanaman pangan yang tidak membutuhkan air yang besar, seperti jagung, kacang-kacangan dan lainnya, sehingga lahan pertanian tersebut tetap produktif selama musim kemarau ini," ujarnya.
Ia mengatakan puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi pada September 2026 dan berakhir pada awal 2027, kisaran Januari hingga Februari tahun depan, sebagai dampak fenomena El Nino di daerah ini.
"Saat ini beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan dan beberapa kabupaten sudah melakukan tindakan, seperti menyalurkan air bersih. Misalnya, BPBD Kota Pangkalpinang telah menyediakan air bersih kepada masyarakat yang sudah mengalami kekeringan," katanya.
Baca juga: Bappenas sebut pendanaan pemerintah memadai tangani dampak El Nino
Pewarta: Aprionis
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.