Scroll ke atas untuk melanjutkan
![]()
Doc. Iran’s Foreign Minister Abbas Araghchi | AP Photo/Stefan Jeremiah
Iran tawarkan buka Selat Hormuz dalam 7 hari, jika AS penuhi tuntutan Tehran.
Pemerintah Iran menawarkan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam kurun waktu tujuh hari, sekaligus menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan kembali perundingan program nuklir dengan Amerika Serikat (AS). Tawaran tersebut diajukan dengan syarat pihak AS bersedia memenuhi tiga tuntutan utama yang diajukan oleh Tehran.
Berdasarkan laporan Associated Press (26/9/2026), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan bahwa Selat Hormuz akan dibuka jika AS bersedia mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan-pelabuhan Iran, menghapus sanksi atas penjualan minyak Iran, serta mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang mencakup wilayah Lebanon.
Inisiatif diplomatik tersebut dipaparkan Araghchi dalam pertemuan tertutup di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
Menurut Wakil Presiden Eksekutif lembaga pemikir Quincy Institute, Trita Parsi, Araghchi mengisyaratkan bahwa kesepakatan yang dicapai secara cepat dapat memberikan dampak positif bagi dinamika politik AS di tengah tekanan sanksi ekonomi yang terus ditingkatkan Washington terhadap Iran (AP News, 26/9/2026).
Langkah penutupan dan gangguan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz selama ini menjadi posisi tawar utama Iran di tengah konflik regional. Penutupan jalur maritim strategis ini telah memicu gejolak pasokan energi global dan dampak ekonomi di berbagai negara.
Meski demikian, pihak Gedung Putih belum memberikan respons resmi terkait proposal terbaru dari Tehran tersebut. Kendati demikian, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengisyaratkan keterbukaan Washington untuk terus bertukar pesan diplomatik melalui pihak mediator.
Shabrina Dwi Arsa
Reporter
sat
Editor
Untuk informasi menarik lainnya,
follow akun media sosial Alinea.id
Berita Terkait